Sunday, February 6, 2011

Sebenarnya ini sudah bukan wilayahku…..



Tanggal….aku lupa, tepatnya dua minggu sebelum Try Out dilaksanakan, aku tiba-tiba mendapat undangan sebagai dewan penasihat kaskagama untuk datang rapat. Aku kurang tahu menahu mengenai rencana kepengurusan sekarang ini, yang aku tahu hanya mereka sudah siap untuk TO, karena pamflet sudah dicetak. Aku tahu pamflet dicetak pun dari FB, kalau tidak salah saat itu Paidjo mengomentari foto seorang anak angkatan 2010, aku ikut mengomen di situ, ternyata foto pamflet TO yang di’tag’kan ke teman-teman, hanya itu yang aku tahu. Bahwa TO akan dilaksanakan tanggal 6 Februari 2010. Wow….anak-anak sama sekali tidak mengundangku sebelumnya, sekadar memberitahu lewat sms juga tidak, makanya aku merasa, mungkin ini memang sudah bukan wilayahku, jadi wajar mungkin mereka ‘lupa’ sekadar memberitahu tanggal pelaksanaannya basa-basi padaku/mungkin sesepuh yang lain. 

Aku pikir, berarti anak-anak sekarang cukup matang dalam geraknya, karena tiba-tiba sudah mau TO dan segera sosialisasi ke SMA-SMA. Aku jadi merasa sangat jauh dari mereka….,ah, setidaknya aku sebagai bunda mereka, tetap. Kembali lagi pada undangan yang ditujukan padaku, aku datang sore-sore bertempat di SMANSA, sudah banyak anak menunggu di sana, yang dari mereka rata-rata aku tidak mengenal (kurasa mereka anak-anak 2010 -_-). Tegur sapa dengan anak-anak lain yang aku kenal, ternyata Kang A yang juga sesepuh juga turut diundang. Berarti ada sesuatu yang genting. 

Yah….rapat dimulai, baru aku tahu, ketuanya TO sebut saja si M, sudah kuikuti beberapa menit, rapat yang sama sekali tidak kondusif! Blas! Mulai mencurigakan, ketika B (ketua umum kaska), D (mantan ketua umu kaska) dan anak-anak lain mulai klesak-klesik seolah ngrasani ketuanya, aku mulai menangkap keganjilan. Bahkan tempat saja belum fix! Tapi mereka sudah mencetak pamflet dan tiket bertempat di MAN Kra…..sudah aku biarkan beberapa saat, sampai akhirnya aku bertanya pada B: 
”bunda boleh ngomong gak nih?”, 
Setelah diberi kesempatan, aku mulai tap-tap-tap-tap satu per satu apa yang mereka bicarakan bagiku sama sekali tidak kondusif!  Mulai satu per satu aku kupas, harusnya gini-gini-gini, udah apa belum, bla-bla-bala-bla, harus dituntun satu-satu…..kesel juga sih meleihat sikon yang tidak efektif seperti itu. Padahal tinggal dua minggu, jelas seminggu mereka akan habiskan untuk sosialisasi, kok ya semua pekerjaan ternyata belum ada yang fix satu pun coba! Apa-apaan mereka itu! Kinerja macam apa! Yah, aku lihat sudah ada beberapa anak yang inisiatif dan mletik pikirannya tanpa dikomando, ex: si F, si T (but, Oh God! You must meet him, and you’ll know what type he is! So KONSERVATIF!), yang lainnya?? I guess….maybe all of them neither know their job nor take care about the event! Sudah bisa kebaca dari gesturenya, yang nampak menyepelekan dan tidak tahu –menahu apapun! 

Aku bilang pada mereka sebagai smash: 
“ini tu ibaratnya nduwe gawene Kaska,…..,yen duwe gawe yo digaweni bareng-bareng, ra iso yen kowe gumantung terus neng sak rodha! Yen rodha kuwi ra mlaku, opo yo mbok enteni sak mlakune, padahal dino tibo ndotone kowe nduwe gawe ki wis tansaya cedhak?, kudune, piye carane amrih ono rodha-rodha sing dadi penggantine!”, 
Aku masih agak lunak, menerangkan tentang satu per satu seksi dan apa-apa yang HARUS mereka rampungkan mau tidak mau dalam dua minggu ini! ONLY TWO WEEKS! ONE EFECTIVE WEEKS! Time line, harusnya mereka punya jadwal kapan deadline masing-masing pekerjaan dan kapan lagi merkea harus rapat yang SUNGGUH-SUNGGUH RAPAT! Karena bagiku, this is not meeting! Ini sama sekali bukan rapat! Ini dagelan yang seolah-olah sengaja mereka rancang untuk membuat surprise aku dan Kang A hingga jantungan mendadak mungkin! And BIG NO JOKE!
Terserah dibilang aku bunda yang galak cerewet atau apalah sebagainya, yang penting acara berjalan! Aku rela dibilang cerewet, aku rela dibilang galak daripada acara kalian gagal! Tepatnya saat itu hari sabtu, aku bilang, semua lini harus ketemu lagi di rapat yang kondusif dan aku tekankan, HARUS ADA HASIL YANG FIX! Maksimum rabu harus tatap muka kembali (karena Kamisnya sudah dimulai kunjungan sosialisasi). Aku masih agak lunak dee bicara pada mereka,…..,hingga akhirnya Kang A juga turun tangan dan sekali kata dia langsung dengan nada tinggi menekan mereka : MAKSIMUM DUA KALI DUA PULUH EMPAT JAM harus ada koordinasi lagi! (haha….lebih kejam dari cerewetku kan sebenarnya?).

Dan waktu berjalan…..rapat berikutnya aku tidak mendapat undangan, harusnya dengan diberi garis aba-aba seperti itu, aku harapkan mereka tahu apa yang harus dikerjakan, apa yang harus diutamakan. Nyatanya, hari rabu sore, aku mendapat sms dari D berturut-turut kemudian M dan B, yang intinya mereka bilang kalau pihak MAN menolak memberi ijin untuk tempat pelaksanaan TO!! MAMPUS AJA! Aku balas: pokoknya gimana caramu, besok pagi harus bisa nembusi MUHI atau SMANSA!
Esoknya, acara diperbolehkan di SMANSA, tapi dengan segala lobby begitulah….sungguh anak-anak ini menyepelekan!
Blas….kunjungan hanya dua hari saja aku ikut, hari jumat di kebakkramat dan hari sabtu di Jumapolo dan SMANSA.
Berikutnya, aku tidak tahu dan tidak diberitahu mengenai rencana dan kesiapan TO mereka, aku hanya memantau lewat Group Kaska di FB, dimana kadang wall-wall dan info dishare di situ.
Eh, tiba-tiba Kang A sms, menanyakan apakah aku mendapat undangan-undangan rapat? Ternyata dia menangkap kekecewaan anak-anak yang kerjanya carut marut kacau balau! Dia sudah kecewa dengan anak-anak yang seolah-olah tidak menganggap para senior! Ya sudah, lihat saja nanti hari H-nya seperti apa!
JREEENGG….JREEEEENNGG….
Jumat malam aku mendapat undangan rakor jam 8 di rumah salah seorang anak namanya S dan jam 3 sore gladi. Sabtu paginya hujan….aku sengaja datang telat pukul 11, ketika aku samperin di sana….ya Tuhaaaannnnn…..! mereka malah gojek-gojek, klontang-klantung gak jelas tanpa gaweni apapun! Aku diamkan, aku sampai males sudah mau urun saran. Hingga siang, semua belanjaan belum dibeli, yang harusnya bisa dikerjakan belum dikerjakan, aku diamkan saja. Aku jemput ibu jam 1 siang, lalu pulang dan tidur!
Jam setengah lima, aku baru datang, sengaja nelat, aku mau lihat apa-apa yang sudah mereka kerjakan. Dan sampai di SMANSA, betapa kagetnya! Anak-anak masih pada di rumah S! Di sana mereka juga tidak melakukan apappun! GOJEG! GOOD!
Ada beberapa anak-anak senior, tapi mereka juga tidak bertindak, diam, karena sudah terlanjur malas. Aku diamkan saja, sampai akhirnya aku bentak! : cepat ke SMANSA!
Di SMANSA, Kang A rupanya sudah di sana, tapi dia juga diam saja tidak mau banyak bersuara, karena capai juga habis datang dari Jogja ikut Job Fair. Gladi. Nonsense! Jam lima dimulai, hingga setengah enam, belum juga bertindak apa-apa! Lama-lama aku lelah, aku maju smabil bilang:
“sebenarnya sudah tidak pantas saya urun berdiri di sini, tapi kali ini terpaksa saya ambil alih, karena sampai jam segini juga belum kalian kerjakan apapun! Mau sampai jam berapa kalian nanti?!” 
dengan tegas dan nada membentak, aku mengutus dua orang anak langusng secepatnya membawa kertas dan bolpen untuk menggambar denah ruangan ada berapa kursi dan berapa ruang yang bisa kita pakai besok! Itu yang bisa kita pakai untuk membagi kelas-kelas mana saja untuk IPA/IPS/SMP, berapa ruang, berapa kuota, sekalian membagi satu bendel stopmap untuk  pengawas masing-masing kelas. Baru mereka kerja, itupun kerja mereka juga GAK EFEKTIF BLAS!
HAAAAHHHH!!! Sampai jam 9 malam aku gaweni seperti itu, BAYANGKAN! AKU YANG 2006 HARUS WIRA-WIRI NULISI???!!! NEMPEL NOMOR????gila!
Jam 9 lebih, si A mantan ketua TO tahun lalu mendekati aku sambil berbisik,
“Bun, kita balik sekarang yuk? Aku dari tadi tu nunggu kamu….”,
Ya sudah, aku pulang, diantar A, karena kau takut motoran sendirian. Di jalan kita ngobrol-ngobrol tentnag anak-anak….yang A sendiri juga sudah capai ngandhani, aku akhirnya bilang: 
"lihat saja besok pagi!"
Paginya, setengah tujuh aku sebenarnya sudah siap, mau berangkat dengan motor sendiri, tapi karena mengingat sampai sana aku ingin tahu apa yang sudah mereka siapkan, jadi aku sengaja meminta bonceng temanku si Z saja, datang rada telat, jam setengah lapan lebih dikit baru kami berangkat. Dan lucunya para senior lain ternyata juga baru datang. 

Belum juga masuk ruang sekre, tiba-tiba, ada seorang cewek dan ketua TO si M menghampiri di depan, langsung bilang: 
"Bun, aku minta bantuannya untuk jaga kelas ya? Kami kekurangan pengawas ini, anak-anak gak datang semua e….udah jam segini"
WHAT???? PENGAWAS KELAAASSS???? Hahahahahhaha! Sumpah! Ini dagelan atau surprise lagi ya? Seumur-umur di Kaska, selama empat tahunan ini, aku selalu bagian SC di sekre, kini aku dapat giliran suruh jaga kelas??? Ohhohoho…okaaaayyyy! Lumayan lah, malah nggak capai-capai pikirku (*walaupun dengan nada miris di hati sih).

Salah seorang teman si H datang, kebetulan, aku akhirnya menunggu ruang sama dia saja, sambil ngobrol-ngobrol. Haha…. Tapiii….ternyata, suasana santai yang kuharapkan itu juga tidak ada! Gimana coba, baru masuk aja….aku memastikan bahwa yang ada di ruanganku adalah kelompok IPS antara nomor 001-036, ternyata sudah ada 3 orang yang salah ticketing, aku turun, laporan ke tikceting, yang ternyata malah gak ditanggapi serius, malah sekretaris TO yang wira-wiri naik turun, aku jadi kasihan sama tu anak. Aku ama H geleng-geleng saja, ternayta ada senior lain yang datang, aku tertawa….haha, akhirnya nambah personil juga anak senior. Aku ngobrol gayeng sama mereka soal kekacauan anak-anak sekarang. 

Berikutnya, belum ada 10 menit, aku keluar kelas bermaksud menanyakan waktu, malah Kang A, A dan beberapa pengawas kelas yang lain (yang pasti para senior) keluar dan teriak-teriak misuh-misuh, mereka bilang antara LJK ma soal gak cocok, LJK hanya sampai option D saja, sedangkan di soal sampai options E….ya Tuhaaaaannnnnn! KACAU!
Aku lari sana-sini sama anak-anak pengawas yang lain ke sekre di bawah, di sana Kang A sudah marah-marah maki-maki! Si T dan F penanggung jawab hanya lemes aja….apalagi ketua TO nya….oh MJJJJJJJJJ!!! Nepuk-nepuk jidat aja bisanya, Kang A lepas tangan keluar dan kembali ke atas dengan marah. 

Aku gak tega juga, debat mulai mewarnai, akhirnya aku putuskan: TELFON PRIMAGAMA SEKARANG! Dari pihak PG ternyata jawabannya tidak ada LJK baru. EXCELENT! Aku bilang,: GIMANAPUN, HARUS ADA KEPUTUSAN! SEKARANG AKU TANYA ADA BERAPA OPTIONS DAN APA AJA! KITA JUGA HARUS AMBIL KEPUTUSAN! Debat mulai lah…bla-bla-bla-bla……akhirnya diputuskan dicentang di space yang ada di belakang option D (*itupun sebelumnya juga banyak pertimbangan bodoh gitu…), aku bilang lagi: KAYAK GINI PUN KITA GAK BISA MERUBAH SEPIHAK! TANYA OPERATORNYA! COBA, DIHUBUNGI!
Hhhhhhhhhhhhhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuufhhhhhhhhh! Capek sendiri aku , akhirnya aku hanya lunglai, wong mereka saja seenaknya sendiri kayak gak punya solusi. Ya sudah, aku kembali ke atas, ke ruanganku. Ngobrol dan ngadem di sana sama H. 
Haha….akhirnya aku malah foto-fotoan saja ma dia….trus kembali ke ruanganku, sampai waktu mau selesai, eh si Paidjo datang, masuk duduk di sebalahku sambil bayar utang. Habis selesai, aku ke bawah, trus ke Aula sebentar, setelah dzuhur, aku sholat, lalu evaluasi…..
Di awal langsung M bilang bahwa TOya gak rugi, (*seraaaaahhh deeeeehhh! Bukan itu yang jadi penilaianku!), lalu komen keseluruhan anak-anak bilang Tonya oke, dan lain-lain, mulai aku diberi kesempatan bicara, aku maju, semua anak langsung mundur, ngeliatin, semua ngeliatin sok serius gitu, jadi salah tingkah sendiri aku…..
Diawal langsung aku tekankan: 
“Terserah ya kalian bilang TO ini sukses atau gimana gak rugi dan sebagainya, tapi bagi saya, kesuksesan TO bukan ditentukan oleh seberapa banyaknya uang yang kalian peroleh hari ini! Bagi saya bula itu yang jadi tolak ukur! Sejauh kalian masih sama tetap seperti ini….saya yakin, dalam kegiatan apapun itu, kalian akan sulit!”

Apapun itu, semoga kekacauan TO ini gak berulang di tahun-tahun berikutnya....-____- 

 
Kaskagama Squad