Tuesday, April 8, 2014

Max To The A (Dibaca: Maksa)


Hi, kau yang di sana...
Tahukah kau dimana itu arah selatan?
Tengadahkan wajahmu ke hamparan malam
Ada Crux yang menunggu untuk kau tatap di sana
Itulah selatan...
Jika kau tiba-tiba kehilangan terangnya Crux,
Akan selalu ada satu yang magnitudonya bersinar lebih terang
Seperti aku dan janjiku yang menunggumu di sini.
Meski kadang di dalam janji terselip pinta yang lain
Namun janji tetaplah janji
Aku tak mau mengubahnya, pun terlalu takut mengingkari.

Hi, kau yang tengah memandang langit.
Terlintaskah wajahku dalam renungmu?
Terpikirkah untuk berbalik badan menatapku?
Apa kau akan terus menatap pada hamparan yang tak pernah bertepi?
Tinta maple pun tak cukup hitam untuk melukisnya.
Lihatlah Crux, jangan terlalu lama kau menatap Biduk 
Karena aku bukan di situ.
Menepilah, agar aku bisa menyambutmu dengan jarakku.

Hi, kau yang telah membawa setiap bulir rinduku...
Tahukah kau bahwa malam pun enggan membuka tabirnya.
Meski saat ini tinggalah aku yang menatap nanar pada rasi
Sekedar untuk melihat kerlipnya pun aku mengamini
Tak bosan kupinta pada mereka pula, untuk menjadi penunjukmu pulang kembali, padaku.

Hi, kau yang mencintai Robb-ku,
Aku ingin berbincang sejenak denganmu
Ah, mungkin kau sedang sibuk, atau terlalu sibuk
Ingatkah kau selalu ingin mendengar kabarku?
Bisakah, hanya kita yang berbincang lagi?
Kali ini bukan tentang aku atau kamu
Tapi tentang kita

Hi, kau yang mengagumi negeriku...
Tahukah kau, aku ingin selalu mendengar kabarmu.
Aku tak butuh kode, tapi janjimu.
Seperti halnya aku pernah berjanji padamu.
Mengapa kita tidak bersama mengikat janji kita?
Di depan Robb-ku dan Robb-mu?
Bukankah itu yang namanya sakral?

Selalu hanya aku yang siap mendengar segala keluhmu, meski kau tak pernah mengeluh.
Aku menunggu untuk sekedar kau beri tawa, meski kau hanya mengutas senyum.
Mungkin aku terjebak pada janji.
Atau romantisme palsu.
Entah.
Namun, orang pandir pun tahu, bahwa aku telah menipu.
Menipu hatiku bila mengijinkan orang lain jatuh hati padamu.


Regards,


-Bening Rahardjo-