Sunday, September 28, 2014

The Perfect 'Katsumoto' Day



Tuan, engkau tahu bahwa perasaan ini tidak bisa direncanakan datangnya, ataupun dibunuh jika dia berwujud. Mungkin ada di antara kita yang mencintai seseorang dengan keterlaluan anggunnya, yang sering tak tergapai, yang tahu, tapi memilih untuk tidak membalas. Haruskah kita berdiam? Selalu ada nama yang tak ingin lekas-lekas hilang dari ingatan, dan masih menjadi candu yang tak reda-reda juga. Apakah kita bisa memilih 'nama' itu?

Kau yang mengajariku untuk menjadi florist bunga realita kehidupan. Kau yang mengajariku untuk bertarung seperti singa yang kelaparan. Kau juga yang mengajariku untuk memperjuangkan apa yang kita inginkan dalam hidup. Lalu, hari ini kau memutuskan untuk menyusuri jalanan sepi seorang diri. Jangan paksa aku untuk menyampaikan kata, karena aku rasa diamku kali ini akan lebih baik. Kau tahu Tuan, ini bukan lagi tentang air mata. Tapi api kemarahan di dalamnya. 

Bukankah yang paling penting, bahwa hari-hari ini kita sudah berupaya yang terbaik dalam hidup? Dan bahwa kita sudah menjadi pemenang di dalamnya, layaknya Katsumoto. Meskipun kabar baik atau buruk yang akan kita dengar, hari itu akan tetap menjadi hari-hari sempurna dalam hidup. Kita bisa melihat langit biru nan cerah dan sakura bermunculan seperti musim semi datang. Apapun bisa dirangkai menjadi keindahan dan berkah untuk diri sendiri dan mungkin juga orang lain, di tangan-tangan yang tepat. Bukankah kau bilang itu inti tujuan mulia hidup ini?

Tuan, maafkan jika keputusanmu memunculkan reaksi kemarahan dariku. Kau yang mengajariku untuk berperang layaknya Spartan, lalu kau pula yang takut menghadapi hari sempurna itu, dan memilih untuk berhenti. Wanita ini terlalu egois. Aku tidak ingin menjadi api. Tapi kau yang memantiknya. Bukankah selalu kubilang, aku adalah cerminmu?


Jika kau telah sampai pada tujuanmu, hapuslah nama ini dari batu tempat pertama kita bertemu. Biarkan ia terkikis beserta ilalang yang memagarinya nanti. Tidak ada cerita. Tidak pernah akan ada cerita.





-Wanita ini-