Saturday, September 27, 2014

You're Still Be 'Somethin' in My Eyes



Jika cinta hanya menjadi kata kerja, 
Maka biarkanlah sang pemuja menikmati tempat persembunyiannya.
Apakah ia kurang pemberani, kurang upaya?
Kita tahu ini bukan permainan ular tangga,
Untuk bisa terelak dari berhenti dan terjatuh pada satu angka.
Lantas memilih untuk tidak merampungkan kepahitan.
Apa itu bagian dari rencana jahat sebuah pemikiran?

Akan selalu ada kecenderungan bahwa cinta tidak terpuaskan.
Lalu mengapa kita memilih untuk berdiam?
Bukankah tak perlu ada kebencian dalam setiap pengabdian?
Atau pemaksaan dalam setiap penolakan.
Aku tidak mengumpat.
Dan tak akan kutunjukkan padamu jika aku mengumpat.
Kau lihat, aku hanya berdiam.
 
Jika sekadar mencapai finish lebih penting daripada menetapkan haluan,
Mengapa tidak kita rampungkan ini dengan objek lain yang memungkinkan?
Kau, aku, "kita".
Mungkin hanya sebuah euforia yang diuapkan.
Lalu sebentar lagi ia akan melebur bersama udara.
Tidak pernah akan terlihat meski ada dimana-mana.
Dan bahkan sia-sia jika kita menyembunyikannya.


Kau, 
Masih cukup menjadi rindu
Bagi perempuan ini...