Tuesday, October 7, 2014

The Alice and The Jasa Asuransi


Jika kau bilang ini sebuah rumah dengan banyak ruang di dalamnya. Akan selalu ada tempat untuk masa lalu di sudut dalam salah satu ruang itu. Maka aku ingin menjadi udara yang selalu memenuhi seluruh tiap sudut rumahmu. Agar aku layak terhirup dalam setiap tarikan nafas dan detak jantungmu. Jika kau bilang ini seperti sebuah mimpi, maka kini saat kau terbangun, akan selalu kau jumpai aku dengan mata terbukamu. Aku ingin selalu terlihat bahkan dalam setiap sudut dalam bola matamu.

Tuan, our past has been left so far behind. Mari kita sambut cakrawala yang baru. Jika aku masih belum sepenuhnya sadar dari realita buruk, maka ajari aku untuk bangkit dari situ. Apabila kita yang masih tidak ingin lekas-lekas bangkit dari kenangan lalu, mari saling bantu untuk tetap terjaga dalam track yang ada. Jika aku yang terlalu takut pada malam, jadilah penerang dalam malam-malam sepi. Kalau kau yang terlalu banyak menaruh curiga pada kemungkinan, maka ijinkan aku jadi pengingatmu. Ya, kita telah lelah dengan ketidakjelasan. Kita telah lelah dalam kesia-siaan. Jadi, inikah bagian cerita dari si Alice dan sang Jasa Asuransi?

Mengapa tidak kita lakukan ini bersama-sama?
Mengapa harus ada banyak waktu yang dikorbankan?
Mengapa tidak kita ambil setiap kesempatan yang datang?

Tuan, mulai hari ini, mari menjadi pemenang dalam hari-hari kita, tak perlu menghadapi hari sempurna dengan duka untuk menjadi layaknya Katsumoto. Cukup bersama-sama kita menjadi si florist dan si pembuat roti :)


Tuesday, October 7, 2014

Love,