Wednesday, January 6, 2016

Jogja New Year (1): Baru Beach

Alhamdulillah,

Hi everyone, what's up?
How was your weekend holiday? Mine, it was fabulous! Ketemu lagi di awal tahun 2016, semoga menjadi tahun yang penuh berkah untuk kita semua ya, menjadi pribadi yang lebih baik, sehat dan tercapai apa yang menjadi bucket-list kita semua! Aamiin yaa Robbal'aalamiin. Anyway, senang sekali rasanya bisa nulis di sini lagi. Beberapa hari tanpa koneksi internet memang sungguh membuat rindu untuk menulis, banyak yang ingin saya posting rasanya. Sebaiknya saya mulai satu per satu saja ya? :)


Bagaimana liburan panjang akhir tahun hingga tahun baru kemarin? Apakah menyenangkan? Semoga demikian ya. Sebenarnya saya pribadi sungguh tidak ada rencana untuk pergi berlibur di akhir tahun kemarin. Saya bahkan tidak menyiapkan rencana sama sekali. Hal ini jauh berbeda dengan pergantian tahun sebelumnya, biasanya saya sudah ribut mengajak para lelaki The Red Ants atau wanita-wanita cantik di Geng Rempong untuk pergi bersama. Namun, sama sekali berbeda di tahun ini, saya bahkan tidak terpikirkan untuk pergi ke luar kota. Bersyukurnya, long weekend yang tanpa rencana itu malah berakhir dengan sebuah perjalanan seru dan menyenangkan bersama orang-orang yang saya cintai dan berarti dalam hidup saya. 

Pada tanggal 30 malam saya masih mengurusi acara hingga larut malam. Huff...akhir tahun, mengejar ketikan laporan dan rapat internal, hingga pulang ke rumah hampir tengah malam. Sesampainya di rumah ternyata adik perempuan saya sudah menunggu dan mengajak saya untuk berakhir pekan di Jogja, tepatnya sih bukan untuk berlibur tetapi untuk suatu proyek di rumah modelling Draps, milik kakak. Saat itu memang Draps Jogja sedang ada agenda, kami dijadwalkan photo session untuk beberapa koleksi milik House of Eny. Tanggal 31 juga ada meeting bersama dua klien untuk pengerjaan seragam hotel. Aaah, rasanya...aras-arasen berangkat ke Jogja, mengingat liburan akhir tahun pastinya moda transportasi menjadi ramai. Saya sih niatnya ingin naik motor berdua boncengan dengan adik dari Solo, tapi berhubung tidak diijinkan oleh ibu, ya sudah. Kami berencana naik kereta pagi. Sebelumnya saya sudah ada perjanjian dengan adik dan kakak yang ada di Jogja, kalau di tanggal 31 pagi itu kami tidak dapat tiket kereta, ya apa boleh buat. Kami membatalkan agenda untuk ke Jogja. Agreement has been approved


Esok paginya, wuiiih...benar saja, tidak jauh berbeda dengan situasi libur panjang Natal dan Maulid Nabi Muhammad SAW kemarin. Stasiun Solo Balapan saat itu penuuuuuh sekali. Lemas kalau harus membayangkan kami berdiri berdesak-desakan selama perjalanan Solo-Jogja, tetapi rupanya memang rejeki  Alhamdulillah kami berhasil mendapat tiket dan tempat duduk sampai Jogja dengan selamat. Sesampainya di Draps, sesuai dengan agenda yang telah dibahas, kami mengikuti kegiatan hingga sore hari. Pusing dan mual jadi satu akibat lelah. Malam pergantian tahun yang sebelumnya kami rencanakan ingin melihat pesta kembang api di pelataran parking area Royal menjadi gagal total. Pusing yang tidak tertahankan membuat kami terpaksa tidur cepat, membunyikan alarm pukul setengah 12 malam, lalu menikmati kembang api hanya lewat balkon rumah sambil minum teh hangat dan kue.Sampai kakak laki-laki saya tiba-tiba menelfon setengah mengejek: "Kalian tahun baru cuma mau pindah tidur ya? Hahaha." Okeee, skip aja deh bagian ini. (-_____-)"



Esok paginya setelah melalui perjanjian untuk meet up, kakak laki-laki dan Mas Joyo datang bergabung untuk menikmati sunset di pantai. Mengingat pantai di daerah Jogja pasti sangat penuh, kami memilih pantai yang agak sedikit jauh dari keriuhan Kota Jogja. Tepatnya ke arah barat, di Pantai Baru. Pantai ini sering dijadikan lokasi prewed oleh pasangan calon pengantin. Pinggiran pantai banyak ditumbuhi pohon cemara pantai, pasirnya juga bersih, tempat yang cukup hangat untuk melihat sunset dengan tenang dan romantis bersama pasangan. Retribusi ke lokasi juga tidak terlalu mahal, sekitar Rp 5.000,-/kepala. 

FYI, yang agak menarik di sini adalah kalau Anda menginginkan untuk menyantap seafood sembari duduk-duduk di tepi pantai, pantai ini cocok sekali menjadi tempat tujuan Anda. Pertama, harga ikan-ikan dan hasil laut di sini tidak terlalu mahal, standar saja. Saya pernah ke Pantai Indrayanti dan oh emji...mehooong gila untuk beli ikan segar di sana. Ya maklum lah, Indrayanti sudah punya brand yang cukup hits untuk destinasi wisata. But for this? No, saya rasa yang ini sesuai dengan kantong saya kok. Kedua, Anda bisa memilih ikan segar untuk disantap sesuai dengan budget, banyak pilihan ikan segar dan hasil laut lainnya. Anda juga bisa memilih mau dimasak bumbu goreng, bakar, asam manis atau tepung, it's up to your taste. Ketiga, Anda bisa memilih sendiri lokasi Anda duduk di pinggiran pantai, sebab si penjual biasanya akan membekali Anda dengan sebuah tikar, Anda cukup beri tahu saja dimana lokasi Anda nanti dan pelayan akan mengantarkan makanan Anda. Keempat, jika Anda ingin duduk-duduk saja di sekitar pantai, di tempat ini sangat bersih dan tidak banyak perahu-perahu nelayan. Saya suka dengan lokasinya yang cukup rapi.

Alhamdulillah, siang hingga sore kami lalui dengan menyenangkan. Kami bisa menikmati seafood, permainan ATV di sepanjang pantai, tertawa-tawa berfoto dan bermain pasir hingga sunset tiba. Huff, bersyukur bisa berkumpul bersama orang-orang yang saya cintai di awal tahun baru ini. Semoga kalian juga demikian ya! :)








Selamat tahun baru semuaaa! ^_^

Bening Rahardjo