Friday, January 22, 2016

Turkish Hijab Style

Hi, assalamu'alaikum, ladies!

Today I want to share about hijab style that I used to wear. For me personally, you can see me as a simply woman from my hijab style. Really, I am not a person who wear too much, means I prefer to wear hijab and outfit that suit in me and comfy to wear. Just it is.

Recently, I often wear simple style for my hijab, you can see on my pictures that I've posted before. There was no special tips I could give you, but now, I can share you what style I used to wear. Yup, it's named Turkish style!

I prefer to wear Turkish style beside its comfy, it also simply to apply. Here's I give you some examples so you can think over if you are interest to apply it.

But please, just please read this before you judge or whatever:
"If you do not get along and uncomfortable to wear or you feel it doesn't fit with your style/your principle, better you should not adopt it."


Because I like to wear skirts, so I often combine my simply look just like this.

If you have four square scarf/hijab made from silk/nylon, you can wear it like this style. Just pin it or strap in the middle.



If you have paris drapery four square hijab, you can apply this style too.


I love this look!





Okay, how is it?
If you feel it is not syar'i, then I recommend: DO NOT WEAR.

Now, just for you who feel compelled to try this Turkish style, here's following that you can practice at home. Check this out!













Hope it can help you guys!

Salam!

Bening Rahardjo


Thursday, January 21, 2016

Beberapa Alasan Wanita Saat Menolak Pria

"Cewek itu emang serba rumit. Sekarang bayangin ya, gue pernah deketin satu cewek nih. Kelihatannya dia ngasih respon waktu gue pedekate. Ya udah, akhirnya gue tembak kan, saat itu ntah kenapa dia malah nolak gue. Dia bilang mau bersahabat aja sama gue, soalnya dia lebih nyaman bersahabat sama gue. Oke nih. Berhubung gue ditolak, gue akhirnya move on dong ya, gue pedekate sama cewek lain. Eh, giliran hubungan gue sama si cewek ini sudah lancar, tiba-tiba cewek yang nolak gue itu cemburu, manas-manasin cewek yang lagi deket sama gue. MAKSUDNYA APAA COBA?"
                                                                                             - R (pria lajang 27 tahun)


Curhatan salah seorang sahabat dekat pria itu membuat saya sedikit berpikir juga. Memang sih, saya sering menemui kasus seperti di atas. (Mikir juga: atau jangan-jangan saya juga pernah begitu? >,<). But, is that true: "Apakah wanita memang serumit itu?" Meskipun saya juga wanita, tetapi dalam postingan kali ini saya akan mencoba mengulasnya dengan sudut pandang netral. 

Terkadang wanita memang punya sifat jinak-jinak merpati, saat didekati oleh pria bisa jadi mereka memberi respon menyenangkan. Tentu hal ini akan membuat si pria merasa bahwa dia diberi peluang oleh wanita. Namun, kebanyakan kasus yang sering saya dengar dari pria, ketika pria menyatakan perasaannya kepada wanita, seringkali si wanita menolaknya. Alasan? Macam-macam, misalnya: 

  • Wanita mengatakan bahwa dia sedang tidak ingin menjalin hubungan dengan pria; ingin fokus pada pendidikan/pekerjaan/studi tertentu. Well, guys, sebenarnya untuk alasan yang satu ini adalah alasan yang sangat klasik, intinya sih wanita itu memang tidak ada perasaan apapun dengan kamu. Mereka hanya menyampaikannya dengan cara yang halus agar tidak menyakiti kamu.

      • Wanita memberi alasan bahwa dia hanya sekadar menganggap pria itu sebagai kakak/temannya saja; untuk hal yang ini sebenarnya bisa dikatakan dia tidak sepenuhnya menolak kehadiran kamu dalam hidupnya. Dia merasa nyaman dekat dengan kamu, tetapi terlalu takut untuk mengambil risiko yang lebih besar bila harus berhubungan dengan kamu. Bisa jadi, dia egois, masih belum mau terikat olehmu, tetapi juga tidak ingin kehilangan perhatianmu. Kalau kalian sabar, kalian bisa mengambil hatinya perlahan. Kuncinya hanya perlu meyakinkan keraguan si wanita ini.
      • Wanita memberi alasan bahwa dia tidak menolakmu, dia hanya tidak ingin terikat secara serius tetapi ingin hubungan kalian tetap dekat; okay, guys.... I warn you, beware to this girl! Hati-hati dengan wanita tipe seperti ini. Hubungan tanpa status tapi dia seenak jidat minta dianterin ke sini-ke situ, minta ditemenin ke sini-ke situ. Bayarin makannya, betulin gadget atau mobil dia yang rusak, dll. Maaf, kamu apanya ya? Sopir? Montir? Atau bodyguard gratisan? Kalau kamu merasa bahwa si wanita ini memberi kamu harapan, sebaiknya berhati-hati. Tipe seperti ini yang justru biasanya akan menyakiti kamu semakin lama. Hubungan tanpa status? Oh, come on guys.... Begitu pria minta kejelasan statusnya, wanita akan berdalih "Aku nyaman seperti ini, kamu juga kan? Ya sudah, dijalani saja". Ohooo, ini bahaya sekali! Kalau mau menggunakan istilah kasar kami, kaum wanita: dia hanya memanfaatkan kamu saja. Tidak ingin terikat sama kamu, tetapi tidak mau kehilangan kamu. Percaya deh, dia pasti akan marah-marah saat kamu deketin wanita lain. Stay away dari tipe ini guys! Kamu lebih berharga untuk wanita yang jelas.

      • Wanita yang tidak menolakmu, tetapi ingin melihat perjuanganmu. Sudah jelas, dia menyukaimu tetapi hanya perlu beberapa waktu lagi untuk bisa yakin bahwa kamu adalah pilihan yang tepat, dengan cara menguji perjuangan kamu untuk mendapatkannya.
      Nah, jadi untuk kalian para lelaki, sudah jelas kan sedikit bocoran yang saya sampaikan? Kalau kasusnya seperti curhatan teman saya R itu, satu saran yang dapat saya berikan adalah jangan mau diakali oleh wanita yang sudah menolak Anda. Ingat, Anda juga harus jujur dan meyakinkan wanita yang sedang Anda dekati. Jangan sampai hanya karena Anda merasa diberi kesempatan lagi oleh wanita yang pernah menolak Anda, lalu Anda melepaskan kesempatan dengan wanita yang sedang Anda dekati saat ini. Saran saya, pilih yang kedua.



      Salam damai!


      Bening Rahardjo


      Wednesday, January 20, 2016

      Waspada Peradangan Pita Suara / Laringitis


      Hai guys! Gimana, masih tetap semangat kan di hari ini? Semoga kalian dalam keadaan sehat ya, kalau saya sih sedikit mengalami gangguan di pita suara yang menyebabkan saya harus kehilangan suara selama seminggu lebih dan agak demam, tapi sudah minum obat dokter untuk membantu recovery. Beberapa hari yang cukup padat, lelah bercampur kurangnya daya imun tubuh sehingga membuat saya tepar.

      Anyway, dokter menyarankan saya untuk tidak banyak bersuara selama dalam proses pemulihan, tetapi lagi-lagi tidak bisa dibendung karena aktivitas yang mengharuskan saya bertemu dengan banyak teman dan bercakap-cakap. Sehingga suara yang sudah cukup membaik, lalu menghilang lagi, membaik, menghilang lagi, begitu terus. Saya membantu daya imun tubuh saya dengan tidak mengkonsumsi makanan yang pedas, manis maupun asam terlebih dahulu. Benar-benar mengganggu sih, untuk bersuara sedikit saja rasanya sakit karena harus dipaksakan. 

      Awalnya hanya karena aktivitas yang terlalu padat tanpa diimbangi oleh minum air putih yang cukup dan juga kurang supplement. Setelah itu saya merasakan sedikit sakit pada tenggorokan, saya pikir hanya sekadar sakit karena gejala flu biasa. Kemudian rasa sakit menjalar menjadi gatal di tenggorokan di sertai batuk kering dan sakit untuk bersuara. Batuk kering itu bahkan sampai menjadikan dada saya terasa sesak dan sulit bernafas. Sempat demam juga di awal, masih, saya pikir disebabkan oleh gejala flu. Lama-kelamaan, saya merasakan tenggorokan sakit kalau dipaksa bersuara hingga menyebabkan suara dari yang awalnya serak hingga tidak bisa bersuara sama sekali. Bahkan rasanya sakit kalau harus dipaksakan bersuara. Lantas saya periksa ke dokter THT, setelah melalui pemeriksaan endoskopi oleh dokter, disampaikan hasilnya adalah Laringitis atau peradangan di pita suara. Oh my God...


      Dokter bilang Laringitis ini sering dialami oleh penyanyi sebab penggunaan pita suara yang berlebihan. Sempat bertanya "Tapi dok, saya kan bukan penyanyi...?", dokter lebih lanjut menjelaskan bahwa Laringitis bisa juga diakibatkan oleh iritasi atau infeksi, okay got it...

      Menurut penjelasan dokter, pada keadaan normal pita suara akan membuka dan menutup dengan lancar, lalu membentuk suara melalui pergerakan dan getaran. Tetapi bila terjadi Laringitis, pita suara akan meradang atau terjadi iritasi pada pita suara. Pita suara tersebut akan membengkak, menyebabkan terjadinya perubahan suara yang diproduksi, maka terdengar seperti serak atau bahkan bisa hilang sama sekali. Biasanya Laringitis bisa pulih tanpa pengobatan dalam jangka waktu satu minggu, tetapi bila sudah lebih dari satu minggu dan semakin bertambah parah sebaiknya turuti apa saran dokter.



      Apa sih gejala Laringitis/Peradangan pita suara? Gejala di bawah ini adalah yang saya rasakan dan terjadi pada saya:
      • Awalnya sakit pada tenggorokan seperti gejala flu
      • Demam
      • Batuk kering yang cukup lama
      • Rasa gatal di tenggorokan
      • Suara menjadi serak
      • Sesak ketika bernafas
      • Suara melemah bahkan sempat menghilang
      Bagi kalian yang mengalami peradangan pita suara, Anda bisa melakukan beberapa cara di bawah ini untuk membantu mengurangi peradangan:
      • Cara yang paling sederhana adalah kurangi bersuara, istirahatkan pita suara Anda, bila terpaksa harus berbicara lakukan dengan cara berbisik dan jangan memaksa untuk berbicara lantang. 
      • Jaga hidrasi tubuh dengan minum air putih yang cukup.
      • Kurangi aktivitas luar yang penuh debu. Kalaupun terpaksa harus bekerja di tempat yang berdebu, gunakan masker untuk menutupi hidung dan mulut Anda.
      • Perbanyak konsumsi buah dan sayur yang mengandung Vitamin A, C, E.
      • Gunakan inhaler bila terasa sesak akibat batuk keringnya.
      • Hindari asap rokok.
      • Hindari makanan yang banyak mengandung minyak ataupun terlalu pedas dan manis.
      • Istirahat yang cukup.

      Itulah beberapa cara untuk dapat membantu mengurangi peradangan pita suara, saya juga melakukan langkah-langkah tersebut selama ini. Selain itu saya mencoba minum teh lemon yang dicampur dengan madu, saya minum dikala hangat untuk melegakan tenggorokan.

      Okay guys, kiranya tulisan yang saya bagi ini semoga cukup membantu atau bisa memberi info bagi kalian ya. Hal yang paling penting ketimbang mengobati adalah mencegah. So, jaga kesehatan kalian selalu. Jangan memforsir tenaga kalian untuk pekerjaan yang tanpa jeda, beraktivitas yang padat boleh tetapi imbangi dengan olahraga, istirahat, makan makanan yang sehat, juga minum supplement. Tubuh juga punya indikator ketika aktivitas yang kita lakukan sudah di ambang batasnya.




      Salam sehat,

      Bening Rahardjo


      Blood Donation Campaign by Kaskagama

      Though I was not active in this organization, but I am very proud of what has successfully passed by my younger brother and friends, may Kaskagama gain the glory like what our first goal wishes ago.

      Anybody can't be a doctor, but they still have a chance to save others life just by donate the blood.
      Don't miss it guys!






      Tuesday, January 12, 2016

      Datang ke Pernikahan Mantan ?



      Hi, semua! Kalau Anda membaca postingan ini, saya berharap kita lepas dari kata 'baper' yah? Undangan pernikahan dari mantan? It's general topic that commonly happens nowadays. Pasti banyak di antara kalian yang pernah mengalami ini atau mungkin kalian dalam situasi keki seperti dalam gambaran ini: "Kalau mantan ngasih undangan pernikahan ke kita, datang nggak ya?". Rata-rata orang akan memilih untuk tidak datang, alasan? Macam-macam, misalnya: mereka berpisah dengan tidak baik; hubungan mereka setelah berpisah menjadi buruk; merasa tidak nyaman kalau harus bertemu dengan pasangan mantan yang kini; tidak nyaman kalau harus bertemu dengan keluarga besar mantan (apalagi kalau dulu pernah terjalin hubungan dekat termasuk dengan keluarga mantan); merasa sudah tidak ada kaitannya dengan mantan (it's sooo last years); merasa sudah tidak perlu untuk berhubungan dengan mantan; tidak diijinkan oleh pasangan yang sekarang meski rasanya ingin datang; atau yang lebih parah, patah hati karena masih ada rasa cinta ke mantan. LOL. Terima kenyataan saja lah, dia berbahagia bersama orang lain.



      Mungkin cerita saya di bawah ini akan sedikit membantu Anda yang sedang galau untuk datang ke pernikahan mantan atau tidak. Nah, saya ingin memberikan rules untuk datang ke pernikahan mantan yang sebaiknya Anda yakinkan terlebih dahulu seperti ini:

      1. Satu hal yang pasti kalau Anda ingin datang ke pernikahan mantan adalah just make sure that you are counted on the guest list! 
      Ya iyalaaah, masa Anda mau datang ke pernikahan mantan padahal tidak diundang. Hellooo, jangan membuat suasana pernikahan orang jadi tidak nyaman ya gaes! Beri posisi berkelas juga untuk martabat Anda. Kalau si mantan mengundang Anda, ambil saja segi positifnya bahwa itu artinya dia masih menginginkan untuk tetap bisa berhubungan baik dan menjalin silaturahmi dengan Anda. Tapi jangan seenaknya juga datang padahal Anda BUKAN orang yang diharapkan hadir di hari bahagianya. Pesta pernikahan adalah hasil dari penyatuan pemikiran dua keluarga dan dua insan. Jadi menurut saya, apabila Anda termasuk dalam daftar undangan dari si mantan dan calon mempelainya, berarti itu sudah atas dasar persetujuan keduanya. Saya yakin sih, sebelum memutuskan untuk mengundang, pasti kedua calon mempelai sudah berembug untuk sisi baik dan buruknya.

      Pastikan ada nama kamu di daftar undangan mantan.

      2. Kalau undangan dari mantan sudah confirmed, selanjutnya masalah galau nih: datang atau tidak?
      Yah, gini ya gaes. Kalau menurut saya sih selagi Anda bisa datang, ya datang saja. Kecuali apabila Anda mempunyai kegiatan lain atau kepentingan lain yang lebih urgent di hari dan waktu yang sama, ya sudah... titipkan kado atau minimal menyampaikan ucapan turut berbahagia untuk pernikahan mereka. Kalau mantan mengundang Anda itu kan artinya dia masih berharap dapat bersilaturahmi dengan Anda, terlebih lagi kalau hubungan antara Anda dengan mantan berakhir dengan tidak baik, si mantan merasa sudah tidak ingin berhubungan baik dengan Anda, pasti Anda tidak akan diundangnya. Jadi, selagi Anda bisa datang, cukup datang saja dengan pikiran yang positif. 

      Kalau datang Baper, kalau nggak datang kelihatan nggak gentle... Galau deh.

      3. Harus datang dengan siapa? 
      Ini pasti juga sering menjadi hambatan keraguan kalau ingin datang ke pernikahan mantan. Bersyukur sih kalau Anda sudah punya pasangan yang siap untuk diajak, lah tapi kalau Anda masih lajang, pasti ada rasa gengsi untuk datang sendirian. Be smart, please! Kalau Anda masih single atau melajang, datang saja mengajak teman dekat Anda. Tidak harus bawa pasangan kok kalau datang ke pernikahan mantan. Ajak teman atau saudara Anda yang bisa nyaman berkomunikasi dengan Anda selama di acara, sehingga tidak terasa bosan. Gaes, ini bukan lomba pasangan siapa yang paling ganteng atau cantik. Ingat! Tidak perlu ada niatan ingin manas-manasin mantan atau pamer pasangan ke mantan. Be positive thinker!

      Kalau sudah punya pasangan, bersyukur jika pasangan mau diajak datang ke kondangan.

      Kalau nggak punya pasangan, ajak teman-teman biar ramai.

      4. Harus berpenampilan seperti apa? Pakai baju apa?
      Datang ke pernikahan mantan tidak perlu menjadikan Anda menjadi boros! Beli baju bagus terbaik, pesan gaun indah dari desainer terkenal, pakai setelan jas dari tailor ternama. Tidak perlu make up di salon sampai 5 jam buat ngalahin riasan mempelainya. Tidak perlu mandi lulur seminggu biar kelihatan Anda lebih fabulous di mata mantan. Wew, ingat yaa ini kondangan, bukan kontes fesyen! Lagian dia sudah nikah dengan orang lain yeee. Tidak perlu dandan lebay macam Lady Gaga. Kalau Lady Gaga mah orang nggak akan syok lihatnya, tapi kalau Anda yang pakai bisa disangka orang karnaval kesasar. Cukup menjadi diri Anda sendiri. Pembawaan Anda yang bersih, sopan, rapi, baik dan tenang dengan percaya diri akan membawa energi positif ke diri dan wajah Anda.

      Nggak perlu berpenampilan 'lebay' niru Lady Gaga.
      5. Kado? Amplop? Bucket of flowers?
      It's up to you, mau ngado mau ngasih amplop berisi cheque perjalanan bulan madu, yang penting semampu dan seikhlasnya Anda saja. Kalau Anda mampu memberikan doa dan ucapan,berikan dengan tulus. Jangan memberi kado yang membuat suasana menjadi tidak nyaman, misal: surat cinta Anda dulu bersama mantan. Jelas suatu pilihan yang bodoh. Jangan memberi kado yang tidak bermanfaat, jangan memberi kado hanya untuk membuat suasana menjadi 'panas'. Kalau memberi kertas ucapan atau karangan bunga, jangan memakai kata-kata yang provokatif, Lu mau ngajakin perang apa mau ngasih selamat? 

      Coba, geli nggak kalau baca kek gini?

      Atau ini?

      Atau ini? Nope.


      6. Salaman dengan mantan dan ngasih ucapan selamat?
      Yea, why not?! Kalau Anda sudah niat datang ke pernikahan mereka, tentunya Anda pun sudah punya gambaran bahwa nanti akan ada momen dimana Anda harus bersalaman dan memberi ucapan selamat atas pernikahan mereka. Percaya diri saja! Siapkan senyuman tulus untuk pasangan itu, tunjukkan bahwa Anda berbesar hati untuk datang dan turut berbahagia demi kehidupan mereka ke depannya. Kalau bersalaman dengan mempelai, jangan terlalu kuat mencengkeram tangan. Rileks saja. Kalau tiba-tiba Anda diminta untuk foto bersama? Sure. Be happy for this moment! But, one you should keep: JANGAN SEENAK JIDAT MELUK-MELUK MANTAN. APALAGI CIPIKA-CIPIKI DI PELAMINAN. Lu pikir dia pembatas jalan yang bisa main disosor? Mantan sudah punya pasangan. Lihat noh sebelahnya bakal tersinggung apa nggak. Lihat tuh dia sudah punya mertua. Minta dilemparin selop Lu sama bokapnya? Cerdas dan beretika-lah! Jangan sampai tiba-tiba entar ada yang candid kamu, trus majang foto kamu jadi trend meme indonesia. Doaarrr!


      Weird...
      Apa yang Anda lakukan kalau jadi mempelai wanita? :D

      Lihat, setelah bersalaman dengan mantan, Anda sudah bebas ingin pulang atau stay di acara hingga selesai. Tidak sesukar yang diragukan bukan. Sebenarnya simple, hanya terkadang keraguan kita dibayang-bayangi oleh pemikiran negatif di diri kita sendiri.

      Namun, ada yang harus Anda garis bawahi gaes: Kalau pernikahan itu atas dasar sesuatu yang buruk, I suggest you to stay away, nggak usah datang. Langkah-langkah rules di atas hanya berlaku untuk pernikahan yang benar-benar normal, means tidak didasari sesuatu yang menyimpang. Menyimpang seperti apa maksudnya? Ya menyimpang dari nilai moral, nilai susila, nilai sosial, nilai kemanusiaan dan nilai agama. Anda pasti bisa mengukur sendiri maksud kata menyimpang seperti apa, ya intinya yang tidak sesuai dengan hati nurani Anda sendiri.

      Lalu, kalau ternyata mantan menikah dengan selingkuhan. Taruhlah, ketika berhubungan dengan Anda, dia juga berhubungan dengan selingkuhannya ini, kemudian si mantan begitu saja meninggalkan Anda dan menikah dengan selingkuhannya. Kasusnya: "Kalau situasinya seperti itu, apabila Saya diundang, apakah Saya juga harus datang?". Well, let's be smart peps! Anda terlalu berkelas untuk drama semacam itu. Beri penghargaan yang tinggi untuk diri Anda sendiri, bahwa Anda LAYAK untuk tidak memberi label benar kepada sesuatu yang salah. Terpikir untuk berlibur dan menikmati alam yang indah bersama teman-teman dekat? Just do it! Come on... you don't have to waste your positive energy to some drama. Too cheesy. 

       

      Okay gaes, semoga itu tadi bisa membantu kebimbangan kalian ya. Selebihnya, Anda tahu apa yang harus Anda lakukan jika menerima undangan pernikahan dari mantan.



      Kisses

      Bening Rahardjo


      Monday, January 11, 2016

      Undangan Pernikahan dari Mantan: Yes or Nah




      "Datang ya? Beneran hlo, aku sama calon isteriku mengharap kedatanganmu."

      Momok adalah ketika mantan memberi kamu undangan pernikahannya dan mengharap kamu untuk datang. Itulah yang terjadi kepada saya. Sebelumnya, mantan hanya mengundang saya via messengers. Sempat terpikir mungkin dia hanya berbasa-basi setelah saya menanyakan kapan dia akan melangsungkan pernikahannya. Tetapi beberapa minggu kemudia dia datang ke rumah dan memberikan undangan langsung kepada saya dan kakak saya. Well, okay. Sempat terlintas bahwa saya akan cukup mengirimkan kado saja lewat kakak. Saya tidak ingin menjadi orang yang salah tempat, itu kan hari bahagia mantan dan pasangannya. Eh, ternyata, orangtua mantan juga datang secara pribadi ke rumah untuk menemui ibu saya, mereka mengundang kami untuk datang ke acara pernikahan anaknya. Oh, man! 

      Memang hubungan antara kami tetap terjalin baik meski sudah tidak bersama, termasuk dengan keluarganya. Dulu, saya sempat dekat dengan mantan ini ketika SMA, kira-kira sudah 10 tahun lebih. Setelah tidak bersama, si mantan berhubungan dengan wanita yang hingga kini menjadi isterinya. Isterinya mengenal saya, yah walaupun kadang saya mendengar kabar bahwa isterinya sedikit cemburu dengan saya. Namun, saya pribadi sih tidak ada masalah dengan mantan dan keluarganya, begitu pula dengan ibu saya. Kakak laki-laki saya juga sangat dekat dengan si mantan karena sama-sama penyuka otomotif. Bahkan ibu saya diminta untuk menjadi hamong tamu di acara resepsi ngundhuh mantu, hahaha. Lucu juga sih sebenarnya. Sampai orangtua mantan meminta saya untuk hadir: "Nanti datang hlo ya Nak, pokoknya minta dibantu sampai selesai, bener hlo!". Saya hanya senyam-senyum ngerasa keki sendiri.

      Membayangkan hadir di pernikahan mantan pada awalnya cukup membuat saya ragu, apakah sebaiknya saya datang atau tidak? Saya berpikir apa saya betul-betul diharapkan kedatangannya? Saya takut nanti akan menjadikan suasana pernikahan mereka menjadi tidak nyaman. Tapi, saya kan tidak berniat buruk? Tidak ada sedikitpun rasa cemburu, iri dan bahkan ingin memanas-manasi pengantin wanitanya. Toh, hubungan saya dengan keluarga mantan ini sudah seperti saudara. Saya juga mengenal baik dengan anggota keluarga mantan. Hubungan saya dengan mantan sendiri pun sudah saya anggap seperti kakak sendiri. Pasangannya juga mengenal saya dengan baik, yah meski saya tahu bahwa pasti ada rasa cemburu di hatinya, tetapi saya memegang betul batasan-batasan saya selama berkomunikasi dengan mantan. Lagipula itu kan jaman 10 tahun yang lalu, sudah berapa lama kami melewati bagian-bagian perjalanan kehidupan kami masing-masing. Sempat berkonsultasi dengan ibu, haruskah saya datang? Ibu pun malah memberikan nasehat kepada saya untuk datang. Tidak masalah, katanya. Asal niat kita baik untuk menjalin silaturahmi, cukup.

      Fix, saya akhirnya datang ke pernikahan mereka kemarin. Saya tidak sendiri, saya ditemani ibu, kakak dan 3 sahabat saya. Kebetulan dua sahabat yang lain juga mendapat undangan. Jadilah kami bersama datang ke pernikahan si mantan. Saya juga sempat melewati momen canggung ketika diminta harus berfoto bersama. Saat bersalaman sih saya bersikap biasa saja, pasang senyum termanis dan tertulus yang ada. Sungguh, saya benar-benar ikut berbahagia kalau akhirnya mereka menikah. Sebab, saya sendiri mengetahui perjalanan pacaran mereka sudah lama, hampir 10 tahun. Sejak lulus SMA, si mantan melanjutkan pendidikan pelayaran. Ketika sudah mulai berlayar, mereka berdua jarang bertemu, sesekali kalau si mantan pulang. Bahkan saya sempat marah-marah ke mantan waktu hubungan mereka renggang, setahu saya pasangannya adalah orang yang sangat sabar. Wanita yang kurang sabar gimana coba, punya pacar tapi tidak pernah ketemu dengan pacarnya dan masih setia sampai hampir 10 tahun? Dia memang layak untuk dijadikan pendamping bukan? Alhamdulillah pada akhirnya mereka menikah.

      Kembali lagi, momen paling canggung adalah ketika saya dan 3 sahabat saya diminta foto bersama di akhir acara. Yah, bagaimanapun 3 sahabat saya ini juga tahu hubungan saya dan mantan di masa SMA. Sehingga waktu foto-foto malah kami bertiga (saya, mantan&isterinya) dikecrohi habis-habisan. Gila. Rasanya muka saya mau saya taruh di balik panggung saja. Saya sih nggak masalah, tapi saya jadi ngerasa nggak enak dengan isteri si mantan. Mantan juga jadi canggung. Akhirnya saya mencairkan situasi kembali dengan memeluk si isteri dengan erat dan berbisik: "Maaf ya Mbak, jangan diambil hati teman-teman ini. Selamat ya, saya seneeeng banget kalian akhirnya bisa di titik ini". Dibalasnya dengan terima kasih dan pelukan juga, rasanya ploooong banget setelah itu. Dia bahkan berbisik: "Makasih banyak ya Mbak Bening sudah datang, tolong sampaikan makasih kami juga ya ke ibu dan kakakmu". What a great moment. Sudah saya bilang kan, wanita yang luar biasa! ^_^


      Itu saja cerita dari saya pribadi, semoga bisa menjadi pertimbangan kalian ketika mendapati situasi canggung datang ke pernikahan mantan. 
      Bye!



      Bening





      Saturday, January 9, 2016

      Matchmaking :|



      Last night my aunt and uncle came to our house, they visited us. We sat for dinner while having chitchat, occasional laughter. Without my thought, the conversation between mom, uncle and aunt was initially light, the longer it became into a little heavy discussion. They began to lead their conversation to marriage young couple topic. Ulalaaa. I chose to concentration with food on my plate. It came into conversation where my aunt told us like this:
      Aunt: "One of my friend asked me to find a husband for her daughter."
      Mom: "What was your answer?"
      Aunt: "I refused her."
      Mom: "Why?"
      Aunt: "We didn't want be blamed if it turned out that the groom was not their criteria."
      Uncle: "Yeah, though we had many candidates to be introduced to the girl."
      Mom: "Oh if that so, why don't you give a chance to my daughter?"

      (Uhuk! Suddenly, I got a cough. The food started a caught in my throat.)
      Aunt: "Her?"
      Mom: "Ya, I would be happy if you can find someone who suit her."
      Uncle: "Really?"
      Mom: "Yea, why not?"
      (Oh, mom....please.... I started taking my water, it seemed ice water from refrigerator enough to calm my face) *shame*
      Aunt: "But....Isn't she already has a boyfriend"
      Mom: "Really?"
      Aunt: "Ya, just ask her."
      Uncle: "Is that right, honey?"
      Me: "........."
      Aunt: "Hahaha, maybe she is too embarrassed to answer."
      Me: "........"
      Uncle: "What's your criteria? Tell me, I have many candidates for you, if you want."
      Me: "......."

      Man! It felt embarrassed ... :(