Monday, April 10, 2017

Dating (1)


Hi guys, sehari kemarin agak gabut mau ngapain. Lazy sunday. Tiduran aja karena berasa seminggu full gue udah kayak stressful sama kerjaan. Bikin RAB di bidang yang sama sekali belum gue pahami. Meeting sama klien-klien dari instansi pemerintah yang sungguh berbeda jauh dengan klien-klien gue selama ini, tentu punya standard formalitas yang berbeda. But, hey....sunday is me time. Tiduran aja setelah disibukkan dengan pagi bikin sarapan, nyuci, dll. 

Siang hari saat nonton film sama lil bro, tiba-tiba I got one unexpected text from someone! HA! Ajakan nge-date. Be honest, kalian pasti pernah merasa nervous luar biasa pas tiba-tiba pacar kalian ngajakin jalan mendadak di saat kalian sedang selo (bit surprise sih ya). Begitu juga gue, duh mana belum mandi, untuk rapi dan berhias butuh waktu satu jam minimal. Omg, belum lagi sibuk milih mau pakai outfit yang mana. Hahaha, serius FYI nih buat kalian para lelaki, wanita memang serempong itu kalau mau pergi. Akhirnya dia bilang, agak sorean aja. Oke...masih ada waktu lumayan untuk bersiap dan merias diri. Setelah melalui tawar-menawar, gue sama doi janjian ketemu di tengah-tengah. Maklum lah, rumah doi dan gue berseberangan jauhnya, kami tinggal berlainan kota. Kasihan kalau doi mesti nyamperin ke rumah gue yang notabene ntar musti bolak-balik lagi. Gue sih typical wanita yang pengertian sama pasangan. Nggak harus selalu dianter-jemput (asal tetap dibatas wajar sih).

Aaah...akhirnya we met again. Setelah proses miss-communication sedikit masalah tempat janjian. Senangnya adalah ketika lo sama pasangan lo sama-sama sibuk dengan jadwal kerjaan seminggu full and tiba-tiba saling bertemu, serasa banyaaak banget cerita yang nggak kelar-kelar dibahas. Ya nggak? So we did :)

Hal menyenangkan dari doi yang selalu bikin gue tambah semangat adalah like this...oke, gue nggak masalah lah dia jarang nelfon atau komunikasi chat, kadang juga seminggu dia bahkan nggak libur sama sekali, gue memahami. Kita jarang bisa nge-date bareng. Kalau gue pulang bahkan gue udah nggak kuat melek untuk ngebales chat-nya. But when he meets me, he gives full attention to me, he turns off his phone and just talking with me til drop. We do eye contact one to another, laugh at the same part, discuss serious topics with all concentration. He does. Itu yang bikin gue tetap merasa spesial di mata dia. I know he works really hard for our future too. So, saya tidak merasa pernah dicuekin sama dia. He told me, "If I cannot reply your text, it means I am busy. You know my job, you know how it works, so...I promise if I have free time, soon as possible I'll reply. Okay?"

Ya, pastinya masing-masing pasangan punya kesepakatan dan kompromi masing-masing, begitu juga dengan saya dan pasangan. Kalau dulu, mungkin saya masih mengedepankan ego untuk quantity time. Everyday talking tanpa putus, kalau nggak dibalas sedikit ntar merasa yang lain nggak ngasih perhatian. Namun, setelah sejauh ini saya memahami pada akhirnya kita hanya butuh kualitas. Waktu yang berkualitas bersama pasangan. Too much talking kills you. Emang. Malah yang ada jadi berantem. Kalau sekarang, saya dan pasangan selalu mengkomunikasikan hal remeh temeh yang sering jadi bom waktu seperti itu.

Intinya adalah membagi waktu. Saya tahu pekerjaan dia membutuhkan konsentrasi tinggi, saya tahu seperti apa pekerjaan dan risiko yang dia hadapi setiap hari. Saya tahu perjalanan pulang pergi rumah ke tempat kerjanya juga memakan banyak waktu dan energi. Dia juga tahu pekerjaan saya yang kadang full of stress dan melelahkan, saya yang lebih sering menghabiskan waktu di jalan dari satu tempat ke tempat lain (pada dasarnya, bidang pekerjaan yang pernah lama dia geluti dulu), yang kadang saya sering marah-marah dan moody, yang kadang saat dia sudah free saya-nya sudah ketiduran. Hal biasa.

Tetapi ketika kami punya waktu bertemu hanya beberapa jam dalam seminggu, itulah mengapa saya dan pasangan saling menghargai satu sama lain. Waktu bertemu ya khusus untuk berdua. Tidak ter-dristraksi oleh handphone all the time. Kadang kalau lagi makan sama doi, gue suka ngeliatin pasangan lain yang ada di sekitar gue. Banyak banget yang lagi diajak ngobrol pasangannya tapi mata dan fokus mereka malah ke handphone, senyum-senyum sendiri. Kalau gue yang jadi pasangannya udah jelas mutung lah hahahah. That's why I feel I am so lucky to have him. Such a good manner, funny, have lots knowledge and mature man. I love you to the moon and back! :*