Showing posts with label BBall Things. Show all posts
Showing posts with label BBall Things. Show all posts

Friday, November 21, 2014

NBL Indonesia 2014: Rumor Menjelang Musim Reguler

Siang ini, saya sangat SHOCK ketika dengan paassss sekali buka timeline twitter, pas banget ada kabar 'sentilan' dari seseorang yang diunggah ke official account Main Basket. Secara beruntun kemudian, admin @mainbasket mulai berkicau tentang kabar yang menurut saya buruk dan bikin shock itu. Ini salah satu capture foto yang awalnya diunggah oleh salah satu fans:


Capture itu adalah berita yang muncul di Koran Top Skor, isinya kurang lebih mengenai CLS Knights yang mengajukan surat pengunduran diri kepada Dewan Komisaris NBL Indonesia. Ya, salah satu klub elite ini berniat mundur dari NBL Indonesia. Saya masih terus memantau timeline @mainbasket untuk mendapatkan informasi lebih akurat mengenai berita ini. Betapa terkejutnya, admin @mainbasket malah seperti meng-iya-kan kabar tersebut. Beberapa saat saja, hashtag saveCLSKnights sudah menjadi trending topic. Secara gamblang admin menyampaikan jika pengunduran diri ini dikarenakan CLS sudah tidak ada sponsor yang mendanai. Di satu sisi, saya terbesit dengan pembahasan naturalisasi pemain beberapa waktu lalu yang sedang digodog Perbasi. Entahlah, apapun alasannya, sungguh ini jadi shocking news untuk saya, fans berat klub ini dari dulu. Mungkin juga KnightsSociety di manapun tentu akan shock mendengar kabar ini, mengingat musim reguler akan segera dimulai 20 hari lagi.

Admin @mainbasket menjelaskan mengenai aturan dalam NBL Indonesia. Bahwa secara aturan, CLS Knights sudah tidak boleh mundur dari NBL Indonesia. Ini terkait aturan Pasal 3 Bab yang isinya: "Klub NBL Indonesia yang mengundurkan diri dari NBL Indonesia harus mengajukan permohonan secara tertulis dengan alasan yang kuat kepada Commissioner dan Dewan Komisaris NBL Indonesia selambat-lambatnya 60 hari sebelum kegiatan NBL dimulai." Jadi, di situ terdapat aturan mengenai penyampaian surat pengunduran diri selambat-lambatnya 60 hari atau 2 bulan sebelum pertandingan musim reguler NBL dimulai. Padahal, kenyataannya CLS Knights sendiri baru menyampaikan surat pengunduran diri 20 hari sebelum kegiatan musim dimulai.

Semoga dari manajemen CLS Knights, NBL Indonesia dan Dewan Komisaris bisa duduk bersama melakukan mediasi dengan bijak sebelum tanggal 2 Desember untuk saling mendengar dan mencari solusi yang terbaik. Pemutusan kontrak dari partner sponsor bisa terjadi kepada semua klub besar manapun, memang. Kalau masalah naturalisasi pemain, kita tentu masih ingat nama Ebrahim Enquio Lopez a.k.a Biboy yang sekarang bermain untuk Aspac Jakarta, bukan? Ya, Biboy adalah salah satu pemain naturalisasi NBL Indonesia musim lalu dari Filipina yang memang prestasinya tidak diragukan lagi. Nah, musim ini, ada 2 nama roster naturalisasi yang akan ikut mewarnai musim reguler NBL Indonesia. Mereka adalah Anthony Wayne Cates Jr (Pelita Jaya Jakarta) dan Samuel Kim Razon (Aspac Jakarta). Ada lagi satu roster yang diajukan oleh CLS Knights Surabaya yakni Jamarr Johnson. Namun, Jamarr masih tidak bisa bermain untuk musim ini bersama CLS Knights dikarenakan belum ada persetujuan resmi dari DPR mengenai status kewarganegaraannya. Sedangkan Wayne dan Samuel sudah bisa dimasukkan dalam list roster dari masing-masing klub, tetapi mereka masih belum boleh bermain sebelum ada tanda tangan resmi dari Presiden. Proses naturalisasi pemain ini pure diurus oleh masing-masing klub, Liga tidak ikut campur dalam hal ini. Liga hanya menerima daftar roster saja yang akan bermain di satu musim itu nanti.

Mengenai naturalisasi pemain, tentu ada pro dan kontra dalam hal ini. Masing-masing pemikiran pasti punya landasan yang kuat. Bagi yang pro naturalisasi, berpendapat bahwa dengan adanya pemain naturalisasi akan memacu pemain-pemain lokal bahwa mereka tidak bisa seenaknya sendiri, mereka harus mampu bersaing secara kualitas dan profesionalitas dengan pemain naturalisasi. Pemain naturalisasi juga bisa membuat liga basket Indonesia makin berkembang. Bisa saja. Namun, harus tetap diingat juga dari sisi lainnya. Untuk apa ada naturalisasi pemain jika kualitasnya dibawah pemain-pemain terbaik kita? Toh, menurut saya, pemain kita tidak kalah bagus dengan mereka. Hanya saja harus ada standarisasi yang jelas mengenai naturalisasi pemain ini. Tantangan kita adalah bagaimana membina pemain-pemain muda yang punya bakat basket, meningkatkan mutu prestasi olahraga basket (minimal di wilayah regional dulu lah), mempopulerkan olahraga basket itu sendiri, menguatkan liga basket nasional, meningkatkan prestasi pemain profesional, dan lain-lain. Tidak ada yang mustahil bahwa NBL Indonesia akan berkembang pesat menjadi lifestyle seperti NBA, selama NBL Indonesia terlepas dari kepentingan-kepentingan dan politik seperti saat ini. Tinggal bagaimana menyelesaikan permasalahan-permasalahan internal dengan kepala dingin dari pihak-pihak terkait saja.

Saya ingin mengutip kalimat bijak dari Michael Jordan berbunyi seperti ini:
"It's about work before glory, and what's inside of you." -Michael Jordan

Semoga, segera ada pernyataan resmi dari CLS Knights Surabaya maupun NBL Indonesia mengenai pemberitaan ini. Agar tidak membuat fans seperti saya berasumsi yang tidak-tidak. Semoga! #saveCLSKnights


Regards,

Bening Rahardjo


Friday, September 12, 2014

Pathetic Fans

First, sometimes ago when I got high fever, I ever dreamed ride the same bicycle with Lamar Odom around the park. Three days ago, so eager to see these two: A.C.Green 'The Ironman' and Magic Johnson, then I had dream whereas I catch them to airport, take pictures with them and get their signature. Well... fans are pathetic somehow :'(((

God, I really want to meet this legend...












Regards,


BENING

Saturday, June 14, 2014

Grand Final Championship Series NBL Indonesia 2014: ASPAC vs SATRIA MUDA

Popup grand final NBL Indonesia Championship Series 2014

Hi NBL Indonesia lovers!

Wohaa!!! I just reached home after watched together the grand final NBL Indonesia Championship Series 2014 between M88 Aspac Jakarta versus Satria Muda Jakarta, with my little brother. It was held at UNY stadium Yogyakarta. The opening ceremony was great too, like always! Especially to the supporters, they were SUPER AWESOME!! The stadium are filled with too too many supporters! Waw! 

Like final championship a year ago, this final game presents EPIC game too. Though, I was bit disappointed because CLS Knights could not reach the semifinal, but it was okay. There are still Aspac and Pelita Jaya who are talented too.

The final game tonight indulged basketball lovers with reciprocal action from both team, ranging from 2 pt shot, 3 pt shot, passing, steal and block. They are really brilliant! In first quarter, they played as same as good. In second until third quarter, SM lead the game. But in last minutes at Q3, Aspac began hit SM back, and it maintained until the end of Q4. Really, it was a-very-epic-final and worthed to watch. 

Prastawa and Biboy did good performance at Q3 and Q4, while Xaverius and Pringgo did the same good performance at Q1 and Q2. But, I really gave my respect for Faisal from Satria Muda too. His 3 pt shot's accuracy was a GREAT! Like Prastawa at end Q4. Sebayang and Dodo did good performance too. I thought, if Aspac meet Pelita Jaya at final, they would be present epic game too.

At least, this final game showed the world that Indonesian Basketball has also been highly developed. Moreover, the final game was closed with powerful dunk from Biboy too. What a lovely game! Aspac won the game and back to the CHAMPIOOOONNN!!!

Perfect powerful dunk to ending the epic game from Biboy Aspac

ASPAC back to CHAMPION again!!!

Okay, it's enough to share with you, I think I need more sleep because World Cup and NBL Indonesia Championship series. God :|
 

 Regards,


Bening
 

Saturday, April 19, 2014

The Jakarta Series V NBL Indonesia Season 2013-2014

A half of hours again to a big match M88 Aspac Jakarta versus Satria Muda Britama and Pelita Energi Jakarta versus CLS Knights Surabaya. The two big match in opening day of Jakarta series is may practically equivalent to grand final match. The fourth was clubs that became on the fout top of NBL Indonesia champion until now. The whole team began poised to determine best position before Championship Series in Jogjakarta, June. Jakarta series started from today to nine days toward (19-27 April 2014). All clubs are competing for eight tickets to Championship Series.  Jakarta series V become competition for three-host-team, there are Satria Muda (SM) Britama, M88 Aspac, and Pelita Jaya Energi Mega Persada.All three clubs were equally pack 38 points. These three giant clubs meet each other and chasing top position. Well...let's see the game!!



Rgds,


Friday, March 7, 2014

Profile Highlight: Ary Chandra

Hi NBL lovers!

If Pelita Jaya name of club is referred to, who's player name that appears in your mind? Kelly Purwanto? Andi Batam? Robert Santoso? Komink? Or maybe the rising star, Yogi Da Silva? Of course.. many people are forgetting this one name. Who is he? Ary Chandra a.k.a Archa. The player with jersey number #25. Archa, player who holds record for the highest points in a single game on NBL Indonesia, which is 42 points, (while PJ beat Bimasakti in series five of Jakarta V Series in 2011) and the record has not been broke until now). Archa joined the club since 2009. On that time PJ get a very talented player with a fairly cheap price. Believe it or not, the total spent to bring Archa to PJ when it was only around 50 million rupiahs. And look how the result now...

The price is quite small for a classy player who became on top scoring (1484 points) for PJ since NBL competition was first held in 2010 until now. And even official PJ club admitted it. Like a fortune for them to have Ary Chandra.

By his calm and friendly style, both on and off the court, it's not surprising if Archa away from media spotlight or public basketball lovers. His unique playing style but effective, sometimes boring to watch anyway. Archa don't have flamboyant style to dribble, pass, or shoot. That's why he looks underrate, but actually, Archa is the most productive player for PJ. Almost in every game of Libamanas ago, Archa scored more than 30 points. As the leading scorer on PJ club, Archa's consistency in doing scoring in every game is no need to doubt. Archa who are very humble and friendly player, he even suddenly following me on twitter without I am asking first. 

Success for your career, Ko Archa! ^_^


Ko Archa, Daniel Wenas, Kelly and Samid




He is very friendly to his fans



Regards,


Monday, March 3, 2014

Intermezzo: Top Assist & Top Scorer NBL Indonesia Season 2013-2014

Hi NBL lovers! Have you heard who became top leader on assist and scorer NBL Indonesia until this Solo Series? Ha! Here they are...


Looks like the competition on top assist will be interesting, Dimaz CLS Knight still on top until now, but his duo point guard partner on team, Mario Wuysang still have a chance to be on top too.



How about this competition? Looks like Merio still be the king on scorer, and ya, due to Solo Series that I had post ago remember? He got 26 point on a game. Merio has good shot accuracy as a well... But who knows, Bima Rizki also has a chance to be on top, still...

Huaa.. can't wait for the new series on Bandung!!

Regards,

Sunday, March 2, 2014

Twitter Followers and Basketball Career? :p

Microblog Twitter has become a trend among almost all. At least for Indonesian NBL players, many of them has a twitter account. Purwanto Kelly was champion. Microblogs like Twitter not only just a trend but it also brings many benefits and advantages for them. Else of being media sharing, Twitter also used as medium to communicate with others. It's effective medium to interact with fans. Media like Twitter is very important in supporting both player's career and club also. And this is the players's account statictic (click to zoom it out):

Kelly has the biggest followers among all :D

The followers statictic of some NBL players

Wanna be their follower also? :p Just check that account ID on pictures.

Regards,

NBL Indonesia 2014: Trade, Expect The Unexpected

Hi NBL lovers! You guys maybe had known news about the latest big trade from two clubs on NBL Indonesia. Guess who? Haha, yep! That's not rumours again. It was officially did at 28th February, 2 days ago. M88 Aspac Jakarta trade their big man Anggi Arizki with Ferdinand Damanik, center from Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta! Waw! Of course this became a shocking news a few days before Bandung fourth series begins. But wait! The transfer clausal both players is only lending because Ferdinand Damanik still under contract with the PJ until June 2015. Therefore, if Damanik needed at next season, maybe he will re-drawn by PJ. During on NBL seasons (since the 2012-2013 season), we can see that this player who lived in Philippines has a good skill. 
 
Anggi during exercise
Ferdinand dunk

And of course this will be an interesting in NBL Indonesia Bandung IV series which will be coming on 7 March. May I say, sometimes trade and transfer between players like expect the unexpected things :D

Regards,

Saturday, March 1, 2014

Iton For Cover Model Men’s Health Magazine

For the first time, Surliyadin a.k.a Iton (23 years old), the raising star from BSC Bandung Utama, got his new experiences outside of professional basketball player. He became cover model for Men's Health Indonesia Magazine on March edition. See that picture, while holding the ball, Iton looks good by showing off his athletic upper body. Oh my GOD!!! *melted*


"Even though during the holiday, we have to stay active, at least jogging. Moreover, nutrition must be maintained as well'' Said player who already had  five slam dunk until series III in Solo.

Men's Health magazine franchise based in Emmaus, Pennsylvania, USA. As a famous men's magazine brand in the world, Men's Health published in 40 edition in 47 countries. Became cover model for that magazine is a proud achievement of course. Current of photoshoot, Iton has three styles. First shirtless, then wearing casual Tshirt, and last wearing basketball jersey. Photoshoot process took more than 3,5 hours.

Well, success for you Iton! Bless!

Regards,






Monday, February 10, 2014

NBL Indonesia: Solo Series Season 2014

Solo kembali menjadi tuan rumah bagi liga basket kasta tertinggi di Indonesia, Sritex Arena berbenah mempersiapkan diri setelah 3 hari sebelumnya berada dalam suasana berduka setelah meninggalnya pemilik Sritex Arena, Pak Lukminto. Menurut sejumlah pendapat dan pengamatan dari musim ke musim, Seri Solo selalu dinanti-nanti oleh para pecinta basket, karena di Seri Solo biasanya banyak terjadi aksi dunk-dunk hebat dari para punggawa basket tanah air. Mungkin NBL lovers masih ingat bagaimana aksi back-slam-dunk dari Yopie Satya Wacana saat latihan di Seri Solo 2013 kemarin? Yopie bahkan membukukan 3 kali one-handed-powered-dunk saat on the court selama di Seri Solo Season 2013 lalu. Tidak hanya Yopie, Kelly yang notabene masih belum sembuh betul dari cideranya saat itu juga melakukan aksi dunk yang menawan. 

Lalu, bagaimana dengan Seri Solo Season 2014 kali ini? Ternyata benar saja, hari pertama pembukaan Speedy NBL Indonesia 2013-2014 Seri III Solo di Sritex Arena (sabtu, 8 Februari 2014) sungguh sangat memukau. Bagaimana tidak, laga pembuka di hari pertama antara BSC Bandung Utama kontra Pacific Caesar Surabaya sudah ditandai dengan aksi super-one-handed-dunk oleh Surliyadin a.k.a Iton, the rising star asal BSC Bandung Utama. Meski tubuhnya hanya 180 cm, namun sejak mengikuti basket professional di musim ini, pemain ini bersemangat sekali untuk melakukan dunk-dunk manis.

Iton sesaat sebelum melakukan dunk di laga hari pembuka
Hal yang paling dinanti-nanti di Seri Solo kali ini tentu saja dua big match penting di hari pertama dan kedua. Sudah lama pecinta basket tanah air menantikan sajian big match yang apik dan menegangkan, setelah sebelumnya big match di Seri Jakarta antara M88 Aspac Jakarta vs Pelita Jaya Energi. Sedangkan di Seri III Solo kali ini, hari pertama dibuka oleh big match CLS Knights Surabaya vs M88 Aspac Jakarta. Arena basket berkapasitas 3.500 penonton ini penuh sesak, tidak hanya oleh penonton, tapi juga tamu undangan, pihak sponsor, tokoh-tokoh masyarakat dan kalangan media. Saya yakin, olahraga basket Indonesia sudah berkembang begitu pesat dari tahun ke tahun, sehingga animo masyarakat untuk menyaksikan laga big match seperti ini juga lumayan tinggi. Ya, bayangkan saja, Sritex Arena yang terlihat "kecil" itu penuh sesak, tidak hanya oleh anak muda saja, banyak keluarga yang datang untuk menghabiskan akhir pekannya dengan menonton basket.

Suasana Sritex Arena saat sebelum big match ASPAC vs CLS Knights dimulai

Mungkin saya pribadi sebagai pecinta klub CLS Knights Surabaya, sedikit kecewa karena big match versus Aspac Jakarta malam itu --yang saya harapkan akan menjadi laga spektakuler-- tapi ternyata yang terjadi adalah sebaliknya. Nyatanya, masih menghadapi problem yang sama, setelah bermain cukup apik dan bersemangat di quarter pertama, CLS Knights mulai melemah dalam akurasi tembakan dan defense di quarter-quarter selanjutnya. Bad. Sebaliknya, penampilan gemilang ditunjukkan oleh Aspac Jakarta yang malam itu dapat memenangkan skor 77-49. Skor yang lumayan jauh. Bukan lumayan lagi, tapi sangat jauh. Aspac yang bermain kurang 'greget' di Seri Jakarta lalu, nyatanya mampu membenahi compang-camping yang terjadi di dalam tubuh mereka. Recovery cepat dilakukan oleh tim Aspac untuk menghadapi Seri III Solo. Pemain-pemain sudah menyatu kembali 'feeling'-nya. Latihan 500 tembakan yang diterapkan oleh Coach Rastafari juga membuahkan hasil (dari kabar yang beredar, Coach Rasta memang menerapkan 500 shots bagi setiap pemain, sebelum sesi latihan di mulai). Di Seri Solo 2014 kemarin, akurasi tembakan 3 point dari pemain-pemainnya sungguh baik.

Lalu bagaimana hari kedua?
Sekali lagi, luar biasa. Laga hari ke-dua antara Stadium Jakarta versus BSC Bandung Utama, juga menyuguhkan aksi luar biasa dari Merio Ferdiansyah. Pemain Stadium ini berhasil mencetak 26 point dengan tembakan-tembakan 3 angka. Sebuah rekor baru yang berhasil dibukukan di tahun ini, setelah sebelumnya Iyus a.k.a Xaverius dari Aspac Jakarta mencetak 24 point di Seri Jakarta lalu. Merio juga berhasil mencetak 36 point dalam pertandingan Stadium versus Bimasakti Malang di NBL Indonesia season 2013 lalu. Mungkin, hal yang paling saya tunggu-tunggu adalah: pemain basket Indonesia yang mampu memecahkan rekor 42 point milik Ary Chandra dalam satu pertandingan, saat Pelita Jaya Energi versus Bimasakti Malang (yang berhasil dibukukan di Seri Jakarta season 2011 lalu). Anyone? :D

Archa, top record point NBL Indonesia
Tidak kalah menarik, satu klub yang menyedot perhatian penuh dari saya di musim ini adalah BSC Bandung Utama, sebuah klub baru yang mulai bermain professional di NBL Indonesia musim ini. Sudah saya cetuskan alasan-alasan ketertarikan saya terhadap klub ini di postingan yang lalu. Namun, tetap, pemain-pemain klub ini memiliki semangat yang sangat tinggi untuk membuktikan kualitas, bahwa mereka bukanlah klub yang bisa dipandang sebelah mata. Sebagai klub baru, BSC Bandung Utama sungguh berhasil memukau melalui pemain-pemainnya seperti Iton, Dityo, Jecky, Luke, Andre Tiara. Hebatnya, mereka ini selalu bersemangat untuk nge-dunk! Hahaha. Namun sejauh ini yang sudah melakukan aksi dunk di Seri Solo hanya Iton, dua hari berturut-turut. Setelah di laga pembuka, Itun juga melakukan dunk lagi saat melawan Stadium. Bicara soal slam-dunk, menurut saya dunk bukanlah aksi biasa, tetapi lebih pada sebuah seni. Dunk like a art of precision. Dibutuhkan mental yang besar dan momentum yang pas untuk melakukan nombok di ring lawan. Dunk bisa menjatuhkan mental lawan. Apalagi sebuah prestise jika dunk dilakukan di depan big man kubu lawan.

Malam harinya, ini adalah laga super yang paling ditunggu oleh berjuta pecinta basket nasional, big match antara M88 Aspac Jakarta versus Pelita Jaya Energi Jakarta. Derby Jakarta ini kembali terjadi setelah sebelumnya terjadi di Seri II Jakarta bulan Januari lalu. Saat itu Pelita Jaya mampu mengalahkan Aspac dengan mudah, ya, sekali lagi kondisi Aspac sendiri saat itu sedang tidak begitu baik. Pelita Jaya mampu membuktikan prestasi luar biasa meski tanpa Andi Batam (yang harus absen selama satu musim dikarenakan cideranya). Di season ini pula, muncul the rising star dari klub Pelita Jaya yakni Francisco Yogi Da Silva, pemain sophomore ini berhasil membuktikan kualitas lewat manuver yang sering dilakukannya dalam beerapa laga. Yogi bisa dibilang pemain yang bermain teratur dalam ketidakteraturan. Maksudnya? Ya, apa yang saya katakan tadi, dia sering melakukan manuver tiba-tiba, dan terkadang tidak bisa ditebak. Namun, tentu tidak terlepas dari peran Kelly Purwanto yang sangat apik dalam memberikan passing akurat kepada junior-nya ini. Menurut saya pribadi sih, Yogi masih kurang dalam drible skills-nya, masih harus banyak diasah.
Kelly mengatur serangan
Namun, saya memberikan dukungan 100 % kepada Aspac Jakarta saat big match versus Pelita Jaya malam itu. Saya begitu yakin setelah melihat pertandingan Aspac versus CLS Knights hari sebelumnya. Setidaknya memberikan angin segar, bahwa big match ini akan benar-benar memuaskan dahaga pecinta basket Indonesia. And... what I thought before was true! Big match malam itu sungguh LUAR BIASA! Aspac Jakarta suskes revans dengan Pelita Jaya, satu sama, membalikkan kekalahan di Seri Jakarta lalu. Tidak ada man of the match malam itu di kubu Aspac, karena semua bermain apik, semua bermain cantik, semua bermain semangat dan solid. Bahkan Cacing, pemain senior yang menjadi big man Aspac juga sering memasukkan point melalui tembakan-tembakan 3 point. Iyus yang lebih banyak man to man dengan Kelly, rekan satu tim saat Sea Games. Di kubu Pelita Jaya, Samid, Komink dan Kelly berhasil mencetak point tertinggi. Robert Santo juga tidak kalah menawan on fire 3 point. Rama pun sempat melakukan nice-block sebelum Robert mencetak 2 point. Setiap 3 point dibalas lagi dengan 3 point. Bahkan satu block dari Komink pada Bilboy juga dibalas satu block balik dari Bilboy kepada Komink. Haha... sungguh luar biasa indah!

Rama man to man dengan Yogi
Saya jamin, NBL lovers yang tidak menyaksikan laga malam itu akan sungguh sangat menyesal! Malam itu sudah serasa menikmati late-dinner di restaurat berkelas, dengan sajian makan malam yang supercantik nan mempesona, ditambah dengan tarian passing-ball ala flamingo yang gemulai dan indah. Hayoo tanggung jawab! Siapa yang sudah bikin sajian se-enak itu! :D The teams both were comfortable, karena untuk terus bermain konsisten from first to last quarter, it was not easy at all! Tapi dua tim besar ini mampu mengimbangi satu sama lain dalam fast-drive yang sepadan. Oh, we miss all of basketball arts just like these! Maju terus olahraga basket Indonesia!

Oh, ya, bagi kalian yang melewatkan laga-laga di Seri III Solo Season 2014, ini ada recap-video dari official NBL Indonesia tanggal 8 Februari 2014, cekidot:


Di bawah ini juga recap-video tanggal 9 Februari 2014:

Recap Seri III Solo 9 Februari 2014





Regards,

Sunday, February 9, 2014

Obituary: H.M. Lukminto

 

Solo City citizens must have been familiar with that name. Yes, H.M. Lukminto (or born with name Ie Djie Shin), is the founder and owner of PT Sri Isman Rejeki Textile (PT Sritex). Last wednesday, on 5th February 2014, he had passed away in Mount Elizabeth Hospital Singapore. The gait of Lukminto in textiles world was no need to doubt indeed. Through PT Sritex, he have been successfully penetrate the textile world market. Among other, as a supplier of military uniforms for some countries. In 1992, PT Sritex began to seriously focus on military textiles. At the same time, PT Sritex prompted be military logistics provider for soldier uniforms. After successfully worked on domestic market, in the same year also, PT Sritex trying to penetrate European market. German  Army which became the primarily  market, even up to made NATO uniforms (North Atlantic  Treaty Organization). Now there are 26 states that  have ordered army uniforms from PT Sritex.

I personally, as Indonesian basketball league lovers, get to know Mr.Luk for his gait on basketball world especially in Solo City. Beside as founder of the largest textile factory in Southeast Asia, he also was part of Sritex Arena founder. Without his dedication, Solo City might not have basketball venue with its international standard which we very proud of, it's named Sritex Arena (times ago also as known as Gor Bhineka). Because of his touch, Sritex Arena became one of grandest basketball buildings in Indonesia. Indeed, Mr.Luk's dedication to basketball in Solo was very immense. Including of Bhineka Sritex and Dragons Sritex Enduro's formation. Mr.Luk also known as basketball lovers. He gave full support to Bhineka Solo professional club that debuted in the 1990's to 2000's. Until now, Sritex Arena still serves as basketball venue. For these four seasons, the court with its 3500 capacity of spectators never missed becoming one of venues where organizing the highest Indonesia basketball leagues: NBL Indonesia and WNBL Indonesia. The biggest basketball league for student: Developmental Basketball League (DBL) and Junior Basketbal League (JRBL) also held in Sritex Arena. 

Mr.Luk: top-right with Bhineka Club
First day of Speedy NBL Indonesia 2013-2014 Solo Series III opened with emotionally. Towards the big-match of Aspac Jakarta vs CLS Knights Surabaya, spectators in Sritex Arena give tribute to Mr.Luk. NBL Indonesia Commissioner Azrul Ananda lead all audience, invitations, and sponsors who attended, plus all CLS and Aspac players for a moment of silence. It was done before the procession of national anthem Indonesia Raya.

Azrul with Iwan Lukminto and wife

Goodbye Mr.Luk, Rest In Peace, insyaallah Allah SWT give you the best place. Amiin..


Regards,

Monday, January 20, 2014

NBL Indonesia Season 2013-2014: BSC Bandung Utama

Hi NBL Indonesia lovers! Now, I want to talk about one new basketball club from Bandung who got  into NBL Indonesia competition on this season. Yes, BSC Bandung Utama is one of some new clubs that get into NBL competition. 

Actually, BSC Bandung Utama is a merger of two basketball club named BSC Jakarta and Bandung Utama. BSC Jakarta has started into the highest Indonesia Basketball League (In 2000, it called KOBATAMA or Kompetisi Bola Basket Utama) since 2000 with their name Citra Satria club and turned into BSC since 2013. While Bandung Utama is a basketball club in Bandung, which competed in First Division league at  PERBASI Bandung. Then these two club officially merged as one, BSC Bandung Utama, on July 2012. Then they prepared to NBL Indonesia competition on season 2013-2014.

Initially, I thought this club is a minority club, like new club as always. And I did not really keep about the track of this club in the last pre-season 2013-2014. But as soon as I watched live streaming between my favorite club, CLS Knights versus BSC Bandung Utama, last night. Suddenly, I fell in love with this club, haha. Omg. I couldn't say anymore. They played so well last night. As well as they made Knights getting throe from first to last quarter. Initially, the players of BSC Bandung Utama who I really knew  was only Surliyadin #52 (because he has good face and make me melting since first haha) and Khalif Akbar #14 (because he played for Aspac Jakarta ago). And suddenly I know, that BSC Bandung Utama has another good players, like Jekky Sagala #9, Haritsa Herlusdityo #17, Luke Martinus #32, Andre Tiara #16, Andri Hermawan (15) and the big man Hendrik Agustinus #7.
 
From L-R: Surliyadin #52, dityo #17, hendrik #7, khalif #14, and Jekky #9

Surliyadin's dunk
Last night, Dityo #17 and Andri #15 made me more fell in love with this club. They tried to fight back through some three-point shot. And also very nicely acrobatic-passing between the players. As new club, I thought they were able to show their quality in this highest Indonesian basketball league. Good effort!


Friday, January 17, 2014

Small Forward PJE, Francisco Yogi Da Silva


Francisco Yogi Da Silva #17 is small forward from Pelita Jaya Energi (PJE) Jakarta. He started his debut career at Pelita Jaya since 2011, at that time he was not a contract player, but just as sparring player. Yogi had followed some Pelita Jaya scrimmage games before NBL Indonesia season 2011-2012  held, but the roster team made ​​dense, so Yogi must wait for another chance in the future. Yogi-was finally getting more opportunities for practice ahead at 2012-2013 season, and Coach Nathaniel Canson-was finally given this opportunity to Yogi at NBL Pre-Season. 

At 2013-2014 season, Yogi still extended his contract as Small Forward Pelita Jaya. He suddenly played as starter position on this season because of Andi Batam's absence from injury. I think Yogi is very well developed as rookie at last season and his now position as small forward at this season. That's why, he is believed to play more than 30 minutes on court by Coach Nath. Funnily enough, Yogi idolized his senior partner on team, Kelly Purwanto #3. And I think, they are suit as siblings, lol. With all of their appearance bad-boy styles and tattoos on their body, making them look sexy and charming both :D

Kelly and Yogi, anyway Yogi looks like Neymar here omg :*

Profile:
 
Francisco Yogi Da Silva | #17 | SF
Born: Kediri, 17 April 1991
Height: 185 cm
Weight: 71 kg
Current Club:  • Pelita Jaya Energi-MP Jakarta (2012)
 
 

Monday, January 13, 2014

Michael Jordan Career Highlights (Hall of Fame 2009) [HD]





Highlight Reel: Mario Wuysang CLS Knights, The Master Magician



Friday, December 27, 2013

Top Highlight Reel NBL Indonesia 2013

These is the top highlight reel of NBL Indonesia 2013. 

First one's from the rookie of CLS Knights Surabaya, Arif Hidayat, jersey number #11. He joined CLS Knights this season, and he started his debut as rookie on proffesional basketball player this year at Malang. Welcome Arif! Cekidot!



Second, from the most manly player that I love :p Fandi Andika Ramadhani, a.k.a Rama, jersey number #12 from ASPAC Jakarta. Just adore him so much! Speechless haha.



The third, from CLS Knights again, Andrie Ekayana a.k.a Ko Yayan, jersey number #31



Last, from Pelita Jaya, Andy Poedjakesuma a.k.a Batam, jersey number #5. Sadly, he might be absent for this season because he got injury at Malang Seri. Get well soon Batam!



That's all!