Showing posts with label Music. Show all posts
Showing posts with label Music. Show all posts
Monday, April 24, 2017
Old Song: Can You See by Tiffany
Kalau ada yang tahu lagu ini, kalian pasti cukup berpengetahuan. Listen it! 😀
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Saturday, January 2, 2016
RIP Madame Natalie Cole
This morning when I browsed on twitter, there was a news that bit shocked me. Yea, we have lost the legend R&B and jazz woman singer, madame Natalie Cole has died. Such a heart-breaking to heard that news. For me, personally, madame Natalie Cole is such a great masterpiece of songwriter and singer. She has brought a fabulous musical to the world. Natalie Cole has blessed this earth with her beautiful voice through song and will be remembered for years to come.
Being of 90's generation bring me back to play her beautiful voice on playlist, Rest In Peace, Natalie Cole. You will be loved... This was the song that always brought me memorable pieces of sad, joy, love, friendship, cruel and everything.
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Tuesday, December 22, 2015
((Surat Terbuka untuk Ibuku)) Selamat Hari Ibu. Happy Mothers Day 22th December Indonesia
Untukmu, Ibu, wanita yang masih senantiasa ayu meski di usia senjamu...
Terima kasih sudah menjadi ibu untukku. Terima kasih telah melahirkan aku untuk melihat indahnya dunia ini. Terima kasih untuk semua asupan makanan yang membuatku bertahan dalam perutmu hingga hari ini. Terima kasih atas perjuanganmu untuk kehidupan kita berdua dan atas rasa sakit yang luar biasa ketika melahirkanku. Terima kasih karena telah memberiku pakaian terhangat agar aku tidak membiru kedinginan di kala udara dingin menusuk tulangku. Terima kasih untuk semua lelahmu saat menjagaku ketika aku sakit di waktu bayi. Terima kasih untuk waktu-waktu tidurmu yang berkurang lantaran harus mengganti popok dan memberiku ASI di malam hari ketika aku menangis. Terima kasih telah mengajarkan aku untuk berdiri, berjalan dan berlari. Terima kasih telah memberikanku kebahagiaan kecil saat hari ulang tahunku.
Terima kasih untuk semua budi pekerti yang kau tanamkan sejak aku kecil. Terima kasih karena telah memberikanku kesempatan untuk mengecap pendidikan yang baik. Terima kasih karena telah memberikanku pendidikan agama yang cukup untuk bekalku. Terima kasih atas amarahmu yang senantiasa mengingatkanku bahwa engkau hanyalah seorang wanita biasa yang punya batas lelah dengan ulahku yang mungkin banyak mengecewakanmu. Terima kasih atas doa-doa yang selalu engkau untai untuk kesuksesan, kebahagiaan dan kesehatanku. Terima kasih untuk sikap diammu yang sangat luar biasa tangguh dalam menghadapi segala cobaan dan kepahitan hidup, meski aku sungguh tidak ingin melihatmu terdiam dan memendamnya seorang diri. Terima kasih untuk mengajarkanku tentang menjadi seorang wanita yang tangguh pula. Terima kasih untuk setiap pertengkaran kita, semoga Allah SWT selalu menyadarkan aku bahwa engkau sungguh tidak pantas untuk menerima kata-kata kurang hormatku. Engkau bahkan tidak pernah meninggalkanku, meski aku sering menggoreskan perih di hatimu. Terima kasih atas segala nilai-nilai kebaikan dan kehidupan yang engkau tularkan kepadaku. Terima kasih untuk waktu-waktu kita di masa lalu yang sempat terbuang. Terima kasih untuk semua kebahagiaan yang engkau hadirkan di kehidupanku hanya dengan melihatmu senantiasa sehat dan tersenyum, meski hidup tak selalu mudah. Terima kasih atas semua kasih sayangmu meski aku belum bisa membahagiakanmu. Mohon doa restumu, agar aku segera bersama dengan pria yang tepat untuk bersama menjagamu nanti, seperti aku ingin menjagamu dan keluarga kita. Pria yang senantiasa menghormatimu, seperti rasa hormatku padamu. Pria yang mencintai keluarga kita dan memang layak untuk itu.
Terima kasih untuk semua yang tidak mungkin ternilai dengan ucapan ini. Aku tahu bahwa tidak perlu menunggu perayaan hari ini untuk mengucapkan rasa terima kasih dan berdoa untuk kesehatan, keselamatan, kebahagiaan serta ketentraman bagimu. Tapi, setidaknya biarkan aku untuk memberikan HAK-mu atas hari ini. Meski, engkau sungguh ber-HAK menerima lebih dari sekadar doa dan ucapan terima kasih dariku ini.
Terima kasih Ibu. Terima kasih untuk segala hal yang sudah engkau berikan dalam hidupku. Aku ingin seluruh dunia tahu bahwa aku sayang Ibu. Sayaaaang sekali sama Ibu.
Happy Mothers Day. Selamat Hari Ibu ya, Bu.
I LOVE YOU, IBU.
-Bening Rahardjo-
Labels:
Life Story
,
Mood
,
Music
,
Shared
,
Write Out
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Sunday, November 29, 2015
Konser Iwan Fals HUT Karanganyar ke-98
Mendung menggantung di langit sebelah timur, utara dan selatan. Nampaknya kota kami akan diguyur hujan lebat. Benar saja, butiran air lumayan deras menghujani seluruh kota sejak siang hingga sore. Saya berharapnya sih hujan saja, tanpa pemadaman listrik. Jika ya, malam minggu kelabu, pikir saya. Sekelabu apa lagi saya harus menggambarkan coba, apabila hari Anda tersusun dengan komposisi: single; malam minggu; hujan lebat; mati lampu? Satu hal yang paling layak adalah berakhir di tempat tidur, tidur lebih awal dan mencoba bermimpi tentang Richard Armitage atau Theo James lagi jajan bakso di depan mata. Namun, rupanya Tuhan mengerti harapan kaum single macam saya. Alhamdulillah setelah maghrib hujan berangsur reda.
Sabtu malam kemarin adalah hari yang spesial untuk kota saya. Tepat pada hari itu adalah puncak acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar yang ke-98 dengan digelarnya Konser Iwan Fals dalam tema "Lawuku Hijau dan Damai". Sebelumnya Om Iwan Fals memang sempat mengikuti rangkaian acara penghijauan Hutan Lawu di Cemoro Kandang yang sempat terbakar hebat beberapa waktu lalu. Kegiatan penanaman sejuta pohon ini juga merupakan kampanye lingkungan yang disuarakan oleh pemerintah daerah yang baru melalui Om Iwan sebagai duta lingkungan. Pohon-pohon yang ditanam ada beberapa jenis, diantaranya damar, eukaliptus, kayu putih, beringin, liwung, dan tontrok. Salah satu langkah cerdas dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk menggandeng musisi sekelas Om Iwan Fals yang memang terkenal sebagai aktivis lingkungan, juga tentunya karena beliau dapat menggerakan massa yang besar dari jumlah OI/Orang Indonesia, sebutan untuk fans base Iwan Fals. Pemerintah Kabupaten Karanganyar memang berkomitmen untuk program Karanganyar Ijo Royo-Royo, sehingga dengan adanya kejadian kebakaran Hutan Lawu kemarin, menjadi pengingat bagi seluruh warga masyarakat bahwa pentingnya menjaga alam demi keberlangsungan ekosistem tahun-tahun ke depan.
Malam kemarin, saya tidak bisa langsung menuju area konser dikarenakan ada acara kumbokarnan untuk hajatan tetangga dekat yang mengharuskan saya untuk setidaknya sumbang muka sebentar. Yah, saya pikir-pikir sih tidak terlalu telat untuk datang ke konser, karena mungkin saat kami tiba di sana nanti, Om Iwan baru naik panggung. Setelah acara selesai, saya bersama beberapa teman langsung bersemangat bergegas menuju lokasi konser. Jreeeeng....jreeeeennggg......Baru sepeda motor kami memasuki wilayah kurang lebih 2 kilometer dari spot konser berlangsung, antrean parkir kendaraan dari roda dua sampai roda empat sudah memenuhi wilayah sekitar itu. "What the heck!" Batin saya. Sebetulnya area 1 kilometer dari lokasi konser sudah steril dan tidak boleh dimasuki oleh kendaraan. Namun, saya terlalu bersemangat untuk mencari 'jalan tikus', menembus lalu-lalang orang yang berjalan kaki daaaaaannnn sampailah saya serombongan di parkiran 50 meter dari lokasi konser! Hahahaha. Sumpah, tidak tahu bagaimana jadinya kalau kami harus berjalan sepanjang lebih dari 2 kilometer untuk ke lokasi konser. Bahkan mas-mas penjaga parkir di lokasi itu heran bagaimana kami masih bisa memasuki area steril. Tanpa membuang waktu, saya dan teman-teman langsung menuju lokasi. Anyway, untuk memasuki lokasi konser ini pihak penyelenggara dan dibantu dengan aparat kepolisian mengerahkan penjagaan di pintu-pintu masuk dengan metal detector. Begitu hampir melalui pemeriksaan, saya sempat melihat banyak sekali sabuk-sabuk yang dijejer digantung. Hmm, mungkin salah satu upaya pencegahan apabila terjadi kerusuhan. Termasuk botol-botol minuman keras yang berhasil disita dan diamankan.
Syukurlah, kami datang tepat saat Om Iwan mulai mendendangkan lagu ke-dua. Jadi kami masih bisa menikmati penampilan Om Iwan hingga selesai. Berhubung saya pendek, saya mencoba merangsek maju ke tengah. Meski hujan mengguyur sejak siang, tetapi malam itu sepenuhnya milik masyarakat Karanganyar dan OI tentu saja. Saya pikir "Gila! Ini mah melebihi kepadatan malam perayaan Tahun Baru!". Banyak OI berdatangan dari luar daerah sejak siang hari, bahkan area 1 kilometer sekitar lokasi konser sudah ditutup sejak pukul 13.00, dialihkan menuju lingkar selatan dan lingkar utara. Bang Iwan dan band begitu energic menghibur masyarakat, tak lupa menyelipkan celetukan-celetukan berisi pesan sosial dan pesan untuk tetap menjaga lingkungan. Konser berjalan dengan damai, meski sempat ada sedikit keributan kecil. Jangan sebut Om Iwan sebagai musisi berkelas kalau tidak bisa mengendalikan massa. Bahkan dengan gaya bercandanya yang khas, beliau berhasil menarik perhatian massa kembali kepadanya.
And, here I wanna tell you. Selagi menikmati konser, saya melihat ada beberapa panitia membawa sekantong karung plastik wadah beras. Rupanya mereka memunguti botol-botol plastik air minum yang dibuang dengan sengaja oleh penonton. Mereka juga memunguti sampah-sampah selama konser berlangsung sehingga area itu terlihat tetap bersih dari sampah plastik. Satu kata: Salut!!! Saya sungguh mengapresiasi komitmen Om Iwan dan EO untuk menjaga lingkungan. Tidak hanya sekadar beliau ungkapkan melalui ajakan-ajakan dari mulut dan lagu saja, tetapi juga aksi nyata membersihkan sampah di sekitar lokasi konser. Contoh baik bagi massa yang ada di situ. Saat konser berakhir, saya melihat segerombolan anak muda yang memunguti sampah-sampah botol dan plastik. Hmm, look at that, Om Iwan succeed give an encouragement to the younger. What a great aspect!
Satu lagu yang membuat saya merinding malam itu adalah ketika Om Iwan mulai memetik gitar intro lagu Ibu. Seketika penonton mulai duduk di tanah dan menyalakan penerangan apa saja yang mereka punya, dari senter, sorot lampu HP, lilin, dsb. Merindiiiingggg!!! Kekuatan syair lagu berjudul Ibu itu memang mampu memberikan efek yang luar biasa kepada ribuan penonton yang ada malam itu. Termasuk saya pribadi, tanpa dikomando, saya seketika mengeluarkan Hp dan mengangat tangan saya tinggi-tinggi mengikuti irama intro lagu itu. Ternyata hal yang sama juga dilakukan oleh orang-orang di sekitar dan di depan saya, tanpa dikomando.
Acara konser keseluruhan berjalan dengan lancar, Om Iwan membawakan kurang lebih 15 lagu. Kemudian penampilan itu ditutup dengan pesta kembang api hingga larut malam. Aaaaannnddd, bisa dibayangkan bagaimana kami pulang kan? Hahaha. Untungnya sih dapat parkir hanya 50 meter di sebelah timur lokasi konser. Jadi kami tidak perlu berjalan sepanjang 3 Kilometer seperti orang-orang. Yah, hanya perlu menutup wajah dengan masker ketika mengendarai motor membelah lautan manusia yang berjalan berduyun-duyun. Siap-siap disoraki "Huuuuuuu...." saat melewati mereka. Sabaaaaarrrr..... yang penting nggak gempor jalan kaki :D
-salam damai-
Bening Rahardjo
Sabtu malam kemarin adalah hari yang spesial untuk kota saya. Tepat pada hari itu adalah puncak acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar yang ke-98 dengan digelarnya Konser Iwan Fals dalam tema "Lawuku Hijau dan Damai". Sebelumnya Om Iwan Fals memang sempat mengikuti rangkaian acara penghijauan Hutan Lawu di Cemoro Kandang yang sempat terbakar hebat beberapa waktu lalu. Kegiatan penanaman sejuta pohon ini juga merupakan kampanye lingkungan yang disuarakan oleh pemerintah daerah yang baru melalui Om Iwan sebagai duta lingkungan. Pohon-pohon yang ditanam ada beberapa jenis, diantaranya damar, eukaliptus, kayu putih, beringin, liwung, dan tontrok. Salah satu langkah cerdas dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk menggandeng musisi sekelas Om Iwan Fals yang memang terkenal sebagai aktivis lingkungan, juga tentunya karena beliau dapat menggerakan massa yang besar dari jumlah OI/Orang Indonesia, sebutan untuk fans base Iwan Fals. Pemerintah Kabupaten Karanganyar memang berkomitmen untuk program Karanganyar Ijo Royo-Royo, sehingga dengan adanya kejadian kebakaran Hutan Lawu kemarin, menjadi pengingat bagi seluruh warga masyarakat bahwa pentingnya menjaga alam demi keberlangsungan ekosistem tahun-tahun ke depan.
![]() |
| Iwan Fals dan Bupati-Wakil Bupati Karanganyar dalam aksi penanaman sejuta pohon di Hutan Lawu. Source: www.sindonews.com |
![]() |
| Iwan Fals konser di Karanganyar, source: Joglosemar/Rudi Hartono |
![]() |
| Source: Instagram drummer Iwan Fals, Yose Kristian |
Satu lagu yang membuat saya merinding malam itu adalah ketika Om Iwan mulai memetik gitar intro lagu Ibu. Seketika penonton mulai duduk di tanah dan menyalakan penerangan apa saja yang mereka punya, dari senter, sorot lampu HP, lilin, dsb. Merindiiiingggg!!! Kekuatan syair lagu berjudul Ibu itu memang mampu memberikan efek yang luar biasa kepada ribuan penonton yang ada malam itu. Termasuk saya pribadi, tanpa dikomando, saya seketika mengeluarkan Hp dan mengangat tangan saya tinggi-tinggi mengikuti irama intro lagu itu. Ternyata hal yang sama juga dilakukan oleh orang-orang di sekitar dan di depan saya, tanpa dikomando.
Acara konser keseluruhan berjalan dengan lancar, Om Iwan membawakan kurang lebih 15 lagu. Kemudian penampilan itu ditutup dengan pesta kembang api hingga larut malam. Aaaaannnddd, bisa dibayangkan bagaimana kami pulang kan? Hahaha. Untungnya sih dapat parkir hanya 50 meter di sebelah timur lokasi konser. Jadi kami tidak perlu berjalan sepanjang 3 Kilometer seperti orang-orang. Yah, hanya perlu menutup wajah dengan masker ketika mengendarai motor membelah lautan manusia yang berjalan berduyun-duyun. Siap-siap disoraki "Huuuuuuu...." saat melewati mereka. Sabaaaaarrrr..... yang penting nggak gempor jalan kaki :D
-salam damai-
Bening Rahardjo
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Sunday, November 22, 2015
Unchained Melody
Unchained Melody, Keroncong version
By: Safitri
Oh, my love, my darling
I've hungered, for your touch
I've hungered, for your touch
A long, lonely time
And time goes by so slowly
And time can do so much
Are you still mine?
I need your love
I need your love
God speed your love to me
Lonely rivers flow
To the sea, to the sea
To the open arms of the sea
To the sea, to the sea
To the open arms of the sea
Lonely rivers sigh
"Wait for me, wait for me"
I'll be coming home, wait for me
Oh, my love, my darling
I've hungered, for your touch
A long, lonely time
I've hungered, for your touch
A long, lonely time
And time goes by so slowly
And time can do so much
Are you still mine?
I need your love
I need your love
God speed your love to me
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Saturday, November 14, 2015
Aku Tenang
Aku Tenang
by: Gili Trawangan
Denganmu, tenang
Tak terfikir dunia ini
Karenamu, tenang
Semua khayal seakan kenyataan
Berlari-lari di taman mimpiku
Imajinasi tlah menghanyutkanku
Mimpiku sempurna
Tak seperti orang biasa
Karenamu, tenang
Semua khayal seakan kenyataan
Berlari-lari di taman mimpiku
Imajinasi tlah menghanyutkanku
Mimpiku sempurna
Tak seperti orang biasa
Aku berbeda
Aku berbeda
Berlari-lari di taman mimpiku
Imajinasi tlah menghanyutkanku
Mimpiku sempurna
Tak seperti orang biasa
Pikiran indah tentang surga
Seakan-akan disana
Berkhayal semua tentang jiwa.
Ku tenang
Labels:
Life Story
,
Mood
,
Music
,
Shared
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Friday, November 13, 2015
Kucari Kamu
Kucari Kamu
By: Payung Teduh
Aku cari kamu
By: Payung Teduh
Kucari kamu dalam setiap malam
Dalam bayang masa suram
Kucari kamu dalam setiap langkah
Dalam ragu yang membisu
Aku cari kamu dalam setiap ruang
Seperti aku yang menunggu kabar dari angin malam
Aku cari kamu
Aku cari kamu
Disetiap malam yang panjang
Aku cari kamu
Kutemui kau tiada
Aku cari kamu
Di setiap bayang kau tersenyum
Aku cari kamu
Kutemui kau berubah
Aku cari kamu dalam setiap jejak
Seperti aku yang menunggu kabar dari matahari
Aku cari kamu
Disetiap malam yang panjang
Aku cari kamu
Kutemui kau tiada
Aku cari kamu
Di setiap bayang kau tersenyum
Aku cari kamu
Kutemui kau berubah
Labels:
Life Story
,
Lifestyle
,
Mood
,
Music
,
Shared
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Friday, November 6, 2015
Lagu Senja
Lagu Senja
By: Harmoni Amourest
Senja berganti malam
Menjemputmu pergi meninggalkan diriku sendiri
Sunyi sepi membunuhku
Kau tinggalkan luka teramat dalam
Membekas di hati
Reff :
Kini aku kan jalani hari
Meski tanpamu di sisiku lagi
Mentari kan tetap bersinar
Menemani aku membasuh lukaku
Senja berganti malam
Menjemputmu pergi meninggalkan diriku sendiri
Sunyi sepi membunuhku
Kau tinggalkan luka teramat dalam
Membekas di hati
Back to Reff
Tuhan kan beri jawaban,
Resah gelisahku
Malam pun pasti berganti
Pagi kan datang menyapaku kembali
Back to Reff
By: Harmoni Amourest
Senja berganti malam
Menjemputmu pergi meninggalkan diriku sendiri
Sunyi sepi membunuhku
Kau tinggalkan luka teramat dalam
Membekas di hati
Reff :
Kini aku kan jalani hari
Meski tanpamu di sisiku lagi
Mentari kan tetap bersinar
Menemani aku membasuh lukaku
Senja berganti malam
Menjemputmu pergi meninggalkan diriku sendiri
Sunyi sepi membunuhku
Kau tinggalkan luka teramat dalam
Membekas di hati
Back to Reff
Tuhan kan beri jawaban,
Resah gelisahku
Malam pun pasti berganti
Pagi kan datang menyapaku kembali
Back to Reff
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Friday, January 2, 2015
This is What I Called 'Relaxing Music'
Listen to a beautiful, light instrumental music piece that combines a healthy mix of calming, relaxing, hmm sounds like meditation, No? Music is everywhere I go, everyplace I lock. Very universal, it is a ubiquitous activity found in every known human culture. Self-selected music factors are affected by both the social and auditory characteristics of the music. For me, listening to Music is an aesthetic experience. Music can improve an adolescent's mood by reducing stress and lowering anxiety levels. It affects the soul. Beside listening, I also enjoy to playing some instrument. So, sit back, relax, and enjoy our Javanese traditional musical offerings :)
![]() |
| One of Javanese traditional music instrumental |
Regards,
Bening Rahardjo
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Saturday, December 27, 2014
Mashup OST Kartun 90'an ^^
Hallo pembaca yang budiman! I wanna challenge you. Watch and listen the videos below. Kalau kamu bisa mengingat dan bahkan mengenali penggalan soundtrack berikut ini, berarti kamu adalah angkatan 90'an sejati dan masa kecilmu BA-HA-GI-A! :)
Check this video out!
Sudah bisa mengenali? Ahaa, kalau belum, dengarkan yang ini juga yaa...
Yup, itu adalah Mashup film-film kartun di tahun 90'an composed by Eka Gustiwana featuring Nadya Rafika. What a talent! Oke, yang belum tahu apa itu Mash-up dalam dunia musik, jadi Mashup adalah sebuah lagu atau komposisi yang diciptakan dengan memadukan dua atau lebih pra-rekaman lagu. Biasanya dilakukan oleh musisi atau komposer dengan melapisi jalur vokal dari satu lagu mulus atas lagu instrumental lain.
Perhaps, some of you guys tidak mengenali lagu-lagu ini dan yaah...you think, "Apa istimewanya coba?". But, heeeyy! Buat kalian yang bisa mengenali lagu-lagu di sini, WAW! Let's high five buat kalian! Kalian anak 90'an sejati! Hahaha. Ingat kan bagaimana masa kecil kita yang begitu indah dihiasi dengan lagu-lagu itu? This is not same as soundtracks in films which are presented to the children in Z generation now. Sama sekali beda! Bisa kita bandingan sendiri geura kalau tidak percaya. Pada generasi Z sekarang, saya rasa jarang sekali anak-anak bisa hafal lagu-lagu anak-anak yang semestinya memang untuk anak-anak (ya iyalaah). Mau hafal gimana, sajian televisi sekarang kebanyakan adult content. Sinetron which is galak, marah-marah, musuh-musuhan, iri hati and bla-bla-bla adalah sajian yang biasa. Kalau ingat masa-masa film kartun berjaya di tahun 90'an, rasanya mau sujud syukur bahagia. Setidaknya, kita masih tumbuh di lingkungan yang semestinya saat itu. Hafal luar kepala lagu-lagu indah yang jadi soundtrack film anak-anak pula dan bukannya lagu-lagu orang dewasa. And the happy thing is....INI OST FILM ANIME DI TAHUN 90'AN YANG LUAR BIASA MEMORABLE! Luar biasa senang bisa mendengar lagu-lagu ini lagi!
Thank to Eka Gustiwana yang sudah berbaik hati mendaur-ulang dan mengumpulkan kepingan-kepingan indah di tahun 90'an ini. Thanks for bringing back our precious childhood memories. Good taste, boy! :)
Regards,
Bening Rahardjo
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Wednesday, November 19, 2014
Terlatih Patah Hati
Okay, people! Here I give you a song that sung by The Rain ft Endank Soekamti, "TERLATIH PATAH HATI". This is song about someone who often get hurt in their relationship. Enjoy it!
Labels:
Life Story
,
Mood
,
Music
,
Shared
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Saturday, November 15, 2014
Keroncong Lounge: Api Asmara
Labels:
Life Story
,
Mood
,
Music
,
Shared
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Friday, November 14, 2014
Cipaganti by SBY
Hi,everyone I wanna share one song which I sing most lately. Cipaganti song is sung by Lala Karmela and music arranged by Tohpati. This lyric written by Indonesian ex-President, Mr. Susilo Bambang Yudhoyono. About 4 days ago, when I saw my theater performed by my little sister, I heard this song so beautifully sung in acoustic version. I don't know why, this song influenced my mind lately. Check this song out! Happy listening! :D
Regards,
Bening Rahardjo
Labels:
Life Story
,
Lifestyle
,
Mood
,
Music
,
Shared
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Friday, November 7, 2014
Mini Drama Ada Apa Dengan Cinta 2014: Love, Life, Line
Ya. Itu adalah foto Dian Sastro jaman abg sama teman-temannya, no...no... Come on, ingat-ingat lagi. Correct! Itu foto Cinta dan teman-teman satu gengnya: Mili; Maura; Karmen dan Alya di film Ada Apa Dengan Cinta yang booming sekitar tahun 2002 (kalau nggak salah saya masih SMP waktu itu). Film ini jadi inspirasi untuk film-film sejenis dengan tema percintaan remaja. Well, rasanya lama sekali ya kita tidak mendengar kabar para pemain film ini. Kalian sudah dengar kabar mengenai reunian para pemeran film Ada Apa Dengan Cinta baru-baru ini? Ya, Dian Sastro beberapa waktu lalu sempat mengunggah sebuah foto di akun instagram pribadinya bersama dengan pemain-pemain pemeran satu geng Cinta di film AADC. Ini dia fotonya:
![]() |
| Atas-bawah, kiri-kanan: Titi Kamal (pemeran Maura); Adinia Wirasti (pemeran Carmen); Ladya Cheryl (pemeran Alya); Dian Satro Wardoyo (pemeran Cinta); dan Sissy Priscilla (pemeran Milly) |
![]() |
| Aih, Nicholas Saputra pun masih sama baby face-nya dengan aktris AADC :') |
And... ternyata kabar gembiranya adalah: mereka kini muncul dalam satu frame lagi, tapi bukan dalam sebuah film sekuel AADC. Namun, dalam satu cerita berbentuk mini drama untuk sebuah iklan messenger application, LINE. What a memorable moment, though just an advertising for LINE :') At least, iklan ini menggobati kerinduan para pecinta film Indonesia pada karakter yang ada dalam film AADC (terutama mereka-mereka yang tumbuh berjaya di jaman saya, haha). Iklan mini drama LINE itu diluncurkan tanggal 7 Oktober 2014 hari ini, hanya dalam waktu lima jam sejak peluncurannya saja sudah berhasil ditonton lebih dari 92.000 lebih orang. Begitu saya buka twitter, keyword "Ada Apa Dengan Cinta" dan "Mini Drama" bahkan juga berhasil bertengger sebagai Trending Topic World Wide selama beberapa jam.
Diceritakan Rangga sudah menjadi fotografer (atau wartawan) di salah satu media internasional yang berkantor pusat di Newyork. Ingat kan, dalam filmnya si Rangga berpisah dengan Cinta karena dia harus melanjutkan studi di Newyork. Suatu ketika Rangga diharuskan kembali ke Jakarta untuk tugas kantor. Tanpa disadari, Rangga melirik buku puisi AKU karya Chairil Anwar yang sukses membuat Rangga kembali galau memikirkan Cinta. Masih dengan wajah galau, Rangga berhasil menemukan LINE Cinta dari aplikasi Find Alumni yang ada di LINE. Ekspresi kegalauan Cinta dan Rangga saat bingung antara ingin mengetik kalimat yang ingin mereka kirimkan, bagi saya itu dapet banget! Saya jadi membayangkan manakala saya menerima pesan dari orang yang pernah hadir di masa lalu (dan masih membekas), ya tidak jauh-jauh dari ekspresi itulah. Lalu, kisah itu berlanjut atau tidak? Penasaran dengan mini drama ini? Just check this video out!
Regards,
Bening Rahardjo
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Thursday, November 6, 2014
You're Beautiful
This song by James Blunt bring me back to 6 until 7 years ago... and still beautiful to listen. Enjoy it! :)
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Tears In Heaven
Tears in Heaven
By: Eric Clapton (acoustic covered by: Boyce Avenue)
Would you know my name
if I saw you in heaven
Would you feel the same
if I saw you in heaven
I must be strong and carry on
'Cause I know
I don't belong here in heaven
Would you hold my hand
if I saw you in heaven
Would you help me stand
if I saw you in heaven
I'll find my way
through night and day
'Cause I know
I just can't stay here in heaven
Time can bring you down
time can bend your knees
Time can break your heart
have you begging please
begging please
Beyond the door
there's peace I'm sure
And I know there'll be no more tears in heaven...
Would you know my name
if I saw you in heaven
Would you feel the same
if I saw you in heaven
I must be strong and carry on
'Cause I know
I don't belong here in heaven...
Labels:
Life Story
,
Mood
,
Music
,
Shared
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Saturday, November 1, 2014
Pelangi - Boomerang
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Thursday, October 30, 2014
Runaway Baby
Hi guys!! I wanna share this fun video from Korean skater guys. I just found it when I wanted to search some modern dance choreography for my sister, Lintang. I thought 'Runaway Baby' from Bruno Mars was good song to dance. Then, I found this video, aha! This is a new kind of inline skate. Artistic, simple, feel good and downright fun to watch, eh and one thing, really...this video makes me and Lintang want to try it with our skates! :D
Check this video out!
Regards,
-BR-
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Monday, October 20, 2014
Keroncong in Lounge: First Love & When I Fall in Love

"First Love"
By: Nikka Costa
Everyone can see
There's a change in me
They all say I'm not the same
Kid I used to be
Don't go out and play
I just dream all day
They don't know what's wrong with me
And I'm to shy to say
[Chorus:]
It's my first love
What I dreaming of
When I go to bed
When I lay my head upon my pillow
Don't know what to do
My first love
Thinks that I'm too young
He doesn't even know
Wish that I could show him what I'm feeling
Coz I'm feeling my first love
Mirror on the wall
Is he care at all
Will he ever notice me
Could he ever fall
Tell me teddy bear
Why love is so unfair
Will he ever find a way
And answer to my pray
[Chorus]
My first love
By: Nikka Costa
Everyone can see
There's a change in me
They all say I'm not the same
Kid I used to be
Don't go out and play
I just dream all day
They don't know what's wrong with me
And I'm to shy to say
[Chorus:]
It's my first love
What I dreaming of
When I go to bed
When I lay my head upon my pillow
Don't know what to do
My first love
Thinks that I'm too young
He doesn't even know
Wish that I could show him what I'm feeling
Coz I'm feeling my first love
Mirror on the wall
Is he care at all
Will he ever notice me
Could he ever fall
Tell me teddy bear
Why love is so unfair
Will he ever find a way
And answer to my pray
[Chorus]
My first love
Labels:
Life Story
,
Lifestyle
,
Mood
,
Music
,
Shared
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Seberapa Pantas by Sheila On 7
Sedikit nostalgia lagu jaman SMP, a song by Sheila on 7 "Seberapa Pantas"
NBA & NBL Indonesia lovers | Javanese | Voice of youth INA | House of Eny | Draps Production House | OrNet Public Cafe | Laras Jowo Asri Gamelan Production | SAHABAT Cagar Budaya | Miss Wordsmith | Yogi | Florist | Turtle lovers | Freelance model | Advocacy concern women and children assaulted | Alumnus of Communication Department, Gadjah Mada University, Indonesia | Humanitarian | Love to keep unpretentious but look glamorous |
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)










